Pasar saham Indonesia kembali menunjukkan dinamika yang menarik bagi pelaku ritel maupun institusi. Cetro Trading Insight hadir dengan analisis yang mudah dipahami tanpa menghilangkan nuansa profesional. Dalam laporan kali ini, kami menyoroti 10 saham top yang mencuat meski terdapat tekanan pada indeks acuan.
IHSG ditutup melemah 0,43 persen di level 8.274, dengan total nilai transaksi mencapai Rp26,21 triliun. Meski demikian, aktivitas perdagangan tetap tinggi karena minat investor pada likuiditas saham-saham unggulan. Pemain besar memanfaatkan momentum untuk memperkuat posisi mereka di sektor-sektor utama.
Di antara emiten dengan nilai transaksi tertinggi, BUMI berada di garis depan karena transaksi senilai Rp2,88 triliun menandakan minat likuiditas yang kuat. Disusul MBMA dengan Rp1,15 triliun dan BIPI yang mencatat Rp1,05 triliun. Deretan BBCA, ANTM, INDS, BMRI juga menjadi bagian dari dinamika perdagangan hari itu.
Dalam daftar 10 saham top gainer, fokus utama tertuju pada lonjakan harga beberapa emiten yang mencatat peningkatan signifikan. KOCI memimpin dengan lonjakan kuat, diikuti BRRC, ASHA, SOTS, dan RMKO yang menunjukkan momentum positif yang patut diamati.
Lonjakan terbesar terjadi pada KOCI, naik sekitar 35% menjadi Rp216. Diikuti BRRC dengan kenaikan sekitar 34,04% hingga Rp126. ASHA menguat 28,77% ke Rp94 sebagai bagian dari dorongan sektoral yang sama.
Selanjutnya, SOTS melonjak 25% menjadi Rp2.350, RMKO menyusul dengan kenaikan 24,69% ke Rp1.010. Keseluruhan pergerakan ini menandakan adanya minat pembelian yang lebih kuat pada emiten dengan profil likuiditas relatif tinggi dan volatilitas yang sedang.
Terlepas dari potensi keuntungan pada saham-saham top gainer, investor perlu berhati-hati karena volatilitas pasar belum mereda. Daftar top loser yang disebutkan, seperti SSTM, ROCK, VISI, HILL, UNIC, IDEA, GRPM, BMBL, BIKE, dan MASB, menggambarkan risiko tersebar. Memahami konteksnya membantu pembaca membuat keputusan yang lebih terukur dan menjaga posisi manajemen risiko.
Strategi yang disarankan mengedepankan konfirmasi teknikal, seperti pola harga dan volume, ditambah disiplin penggunaan stop loss. Alokasi modal yang terukur dan evaluasi berkala menjadi kunci untuk menjaga risiko tetap terkendali. Analisis kami menekankan pentingnya diversifikasi untuk mengurangi paparan pada satu emiten saja.
Cetro akan terus memantau pergerakan 10 saham teratas serta faktor makro yang mempengaruhi likuiditas pasar untuk memberikan panduan yang relevan bagi investor ritel. Pembaca diajak mengikuti update reguler agar memahami dinamika IHSG dan sektor-sektor yang bergerak cepat. Dengan pendekatan analitis, Cetro Trading Insight berkomitmen menyajikan insight yang akurat dan actionable.