IHSG Tertekan 6,61% Minggu Ini; ADMR Jadi Fokus Buy on Weakness dengan Target Rp2.090

IHSG Tertekan 6,61% Minggu Ini; ADMR Jadi Fokus Buy on Weakness dengan Target Rp2.090

Signal A/DMRBUY
Open1880
TP2090
SL1740
trading sekarang

IHSG menutup pekan ini dengan dinamika yang cukup kuat dan menimbulkan reaksi beragam di kalangan pelaku pasar. Pergerakan indeks utama di Bursa Efek Indonesia menunjukkan tekanan jual yang tinggi, mencerminkan sentimen pasar yang sedang rapuh di tengah sentimen global yang fluktuatif. Di balik angka-angka tersebut, para analis percaya IHSG berada pada babak koreksi yang perlu diwaspadai namun tetap memiliki potensi pemulihan jika dukungan teknikal berhasil dipertahankan.

Menurut riset terkini dari MNC Sekuritas, IHSG terkoreksi 6,61 persen secara mingguan, disertai dengan tingginya tekanan jual. Tim riset menyatakan bahwa IHSG saat ini mungkin berada pada bagian akhir dari wave bernilai hitam atau dalam alternatifnya bagian akhir dari wave B pada label merah, menandakan dinamika teknikal yang sedang berubah. Kondisi ini menuntut kehati-hatian sekaligus peluang bagi trader yang memahami pola-pola pergerakan harga.

Para pelaku pasar diperlihatkan gambaran teknikal berupa area koreksi terdekat yang diperkirakan akan menguji kisaran 7.022–7.115, sambil menutup gap yang ada. Level support terdekat berada di 7.022 dan 6.917, sedangkan resistance berada di 7.313 dan 7.484, menunjukkan batasan-batasan pergerakan jangka pendek IHSG.

LevelNilai
Support7.022
Support 26.917
Resistance7.313
Resistance 27.484

Di antara saham-saham yang dipantau, ADMR menunjukkan momentum yang positif dengan kenaikan sekitar 1,90 persen menjadi Rp1.880, seiring bertambahnya volume pembelian. Analisis menunjukkan posisi ADMR kemungkinan berada pada bagian wave B dari pola teknikal, sehingga memberi sinyal aksi beli pada saat koreksi berlangsung.

Rekomendasi Buy on Weakness diberikan pada rentang Rp1.775–Rp1.865, menimbang peluang kenaikan menuju target harga Rp1.970 dan Rp2.090. Momen ini penting namun tetap perlu dipenuhi syarat-syarat teknikal seperti konfirmasi momentum dan dukungan volume agar gerak bullish berlanjut.

Stoploss untuk posisi ADMR ditempatkan di bawah Rp1.740 untuk membatasi risiko jika pergerakan berbalik. Rekomendasi ini berasal dari laporan riset harian kami di Cetro Trading Insight, yang menilai ADMR sebagai peluang yang menarik dalam skema Buy on Weakness ketika saham mampu mempertahankan area support.

Selain ADMR, rekomendasi serupa juga muncul pada saham BULL, DAAZ, dan HRTA dengan pola Buy on Weakness. Meskipun IHSG menunjukkan tanda-tanda koreksi, para trader dapat memanfaatkan momen ini untuk masuk posisi dengan manajemen risiko yang ketat dan fokus pada setup teknikal yang telah teruji.

Penilaian ini menekankan pentingnya memilih level masuk dan keluar yang tepat agar potensi keuntungan sejalan dengan risiko yang diambil. Dengan target pada ADMR yang jelas, peluang profit bisa mencapai rasio minimal 1 banding 1,5 relatif terhadap risiko yang dihadapi.

Platform kami, Cetro Trading Insight, menegaskan pentingnya konsistensi antara sinyal teknikal dan tata kelola risiko. Investor disarankan terus memantau data teknikal serta berita fundamentals untuk menilai potensi koreksi IHSG dan peluang perdagangan terkait ADMR secara berkala.

broker terbaik indonesia