Ketegangan geopolitik di Timur Tengah menjadi fokus utama bagi pelaku pasar. Eskalasi antara AS dan Iran terkait kapal minyak di Selat Hormuz telah menarik perhatian investor, terutama seputar potensi gangguan pasokan energi global. Ketidakpastian ini menjaga volatilitas di pasangan GBPUSD serta menambah risiko pada kebijakan moneter yang sedang dibentuk.
Harga minyak akhirnya bergerak melemah sebagian setelah beberapa langkah eksekutor menahan diri, sehingga tekanan pada Wall Street sedikit mereda. Meskipun laporan PMI AS dan Inggris menunjukkan aktivti yang relatif tahan, respons pasar lebih banyak dipicu oleh berita geopolitik daripada data ekonomi semata. Faktor geopolitik tetap menjadi pendorong utama pergerakan jangka pendek.
Babak pertemuan BoE dan sentimen pasar terhadap suku bunga tetap menjadi sorotan. Pasar swap menunjukkan probabilitas sekitar 55% untuk kenaikan suku bunga pada pertemuan 17 Juni, dengan ekspektasi puncak mendekati 4.25% pada Desember 2026. GBP tetap berada di sekitar level 1.349–1.350 sebagai zona keseimbangan sementara. Liputan ini disusun oleh Cetro Trading Insight.
Data PMI AS April menunjukkan dinamika yang cukup kuat meskipun diminimalkan oleh fokus pada berita geopolitik. Indeks pabrik meningkat dari 52.3 menjadi 54, sementara PMI jasa membaik dari 49.8 menjadi 51.3. Di sisi tenaga kerja, klaim pengangguran awal berada pada 214 ribu, sedikit lebih tinggi dari ekspektasi 212 ribu, menambah tekanan fleksibel terhadap prospek kerja.
Di Inggris, S&P Global Composite PMI naik dari 50.3 ke 52, dengan kedua sektor manufaktur dan jasa ekspansi. Selain itu, cost input menunjukkan tekanan lebih lanjut, sebagaimana terungkap dalam survei S&P Global dan catatan lain terkait harga input yang meningkat pasca konflik Iran. Para pelaku pasar menimbang bagaimana data ini mempengaruhi penetapan BoE.
Secara keseluruhan, data menunjukkan hasil campuran yang menekankan pentingnya faktor geopolitik dalam jangka pendek. Investor tetap fokus pada arah kebijakan moneter BoE dan dampaknya terhadap GBP, meskipun data ekonomi jelas menjaga dinamika volatilitas. Taktik pasar cenderung menggabungkan volatilitas geopolitik dengan perubahan suku bunga.
Dari sudut pandang teknikal, GBP/USD diperdagangkan sekitar 1.3495 dan berada di atas klaster moving average sekitar 1.3414, menunjukkan bias jangka pendek yang konstruktif. Struktur tren menandai adanya resistance pada zona sekitar 1.3861 dan 1.3869, yang bisa menjadi zona break jika harga berhasil menembusnya.
Sisi bawah dibatasi oleh support intraday di level 1.3495, dengan kemungkinannya mengarah ke SMA sekitar 1.3414. Bila harga menembus level tersebut, target berikutnya terlihat dekat 1.2996 sebagai batas bawah dari kisaran jangka menengah. Momentum upside nampaknya berkembang meski masih terkendali dalam kanal korektif menengah.
Peluang trading yang dianalisis saat ini adalah peluang beli: open di 1.3495 dengan target 1.3861 dan stop di 1.3251. Rasio risiko/imbalan diperkirakan sekitar 1:1.5, mengingat tantangan geopolitik dapat memicu perubahan sentimen secara mendadak.