IHSG tertekan pada perdagangan pagi ini, turun 1,29 persen ke level 7.444,56 hingga pukul 10.32 WIB. Lonjakan tekanan eksternal menambah justifikasi untuk risk-off di pasar saham domestik. Cetro Trading Insight memantau dinamika ini dengan fokus pada bagaimana faktor global mempengaruhi aliran modal dan arus rupiah.
Penurunan dipimpin oleh saham konglomerasi, dengan beberapa emiten terkait Barito Group mengalami pelemahan signifikan. Dari Barito Renewables Energy (BREN) turun 6,02 persen menjadi Rp5.075, BRPT turun 3,98 persen menjadi Rp2.170, dan TPIA turun 1,62 persen menjadi Rp6.075. Data BEI menunjukkan 465 saham melemah, 233 menguat, dan 261 stagnan.
Tekanan tidak hanya pada sektor induk; kelompok Sinarmas, Bakrie, dan Salim juga terdampak oleh perubahan kebijakan kepemilikan dan dinamika indeks. DSSA turun 6,37 persen menjadi Rp2.350, sementara BRMS turun 4,97 persen menjadi Rp860, lalu Amman Mineral dan PANI juga menunjukkan penurunan. Kondisi eksternal seperti melemahnya rupiah dan kenaikan harga energi memperbesar beban IHSG.
| Saham | Perubahan | Harga |
|---|---|---|
| BREN | -6,02% | Rp5.075 |
| BRPT | -3,98% | Rp2.170 |
| TPIA | -1,62% | Rp6.075 |
| CUAN | -4,30% | Rp1.445 |
| CDIA | -3,04% | Rp1.115 |
| DSSA | -6,37% | Rp2.350 |
| BRMS | -4,97% | Rp860 |
| AMMN | -3,20% | Rp5.300 |
| PANI | -1,36% | Rp9.100 |