IHSG Turun 2,86% Tutup di 6.969,40; Sektor Merah Dominan, MPOW & MEDS Melonjak

IHSG Turun 2,86% Tutup di 6.969,40; Sektor Merah Dominan, MPOW & MEDS Melonjak

trading sekarang

IHSG menorehkan penurunan tajam di penghujung sesi, sebuah kilatan badai jual yang mengguncang pasar dalam negeri. Kegoncangan ini memukul indeks utama dan menguak kepada publik bagaimana tekanan eksternal bisa merobek kisah optimism pasar. Hari ini IHSG berakhir di level 6.969,40, turun 204,92 poin atau 2,86 persen, menandai salah satu sesi penutupan terberat dalam beberapa waktu. Investor kini menakar langkah berikutnya dengan cermat dan berhati-hati.

Pembuka perdagangan IHSG sempat positif di 7.182 dan sempat mencapai 7.186, menunjukkan adanya dorongan awal dari pembeli. Namun momentum tersebut mereda seiring tekanan jual yang meningkat secara bertahap sepanjang sesi perdagangan. Volume transaksi menyentuh Rp36,07 triliun dengan 54,39 miliar saham diperdagangkan, menggarisbawahi likuiditas yang cukup tebal meski sentimen pasar memburuk.

Deretan indeks pendukung juga melemah; LQ45 turun 2,39 persen, JII turun 4,55 persen, IDX30 turun 2,13 persen, dan MNC36 turun 2,32 persen. Mayoritas sektor berada di zona merah, mencerminkan sentimen risk-off di kalangan pelaku pasar. Hanya sektor kesehatan yang tergolong menguat, menjadi satu-satunya lokasi perlindungan pada hari itu.

Deretan top gainers menunjukkan kepadatan aksi beli pada beberapa saham kode emiten. PT Megapower Makmur Tbk MPOW melonjak 34,55% ke Rp148, menjadi salah satu saham dengan lonjakan terbesar hari ini. PT Hetzer Medical Indonesia Tbk MEDS juga melonjak 34,48% ke Rp117, mengikuti dinamika sentimen positif terhadap sektor kesehatan, sedangkan PT Itama Ranoraya Tbk IRRA naik 25% ke Rp510, hal itu menambah optimisme di kalangan investor.

Sementara itu, pelaku pasar juga mencatat bahwa sejumlah saham sengaja tergelincir kebawah. PT Sinergi Inti Pastindo Tbk ESIP turun 15% ke Rp187, diikuti penurunan PT Pelayaran Nasional Ekalya Purnamasari Tbk ELPI 15% ke Rp1.445. PT Dian Swastatika Sentosa Tbk DSSA turun 14,94% di Rp1.310, menambah daftar saham tertekan di sesi ini.

Pergerakan ini menegaskan likuiditas yang terjaga meski arah pasar cenderung volatil, sehingga investor sebaiknya fokus pada manajemen risiko dan potensi koreksi jangka pendek. Secara teknikal, pola pembalikan belum terlihat jelas, sedangkan secara fundamental sentimen masih sensitif terhadap berita eksternal. Tim Cetro Trading Insight akan terus memantau IHSG dan menyajikan pandangan komprehensif untuk membantu pembaca mengambil keputusan yang lebih terinformasi.

banner footer