Indeks Asia rebound pada Selasa seiring harapan adanya resolusi konflik Timur Tengah. Berbagai data menunjukkan pemulihan sentimen, dengan Nikkei 225 naik lebih dari 1% mendekati 59.450 poin, Hang Seng sekitar 26.400, dan Kospi melonjak lebih dari 2% serta mencatat level tertinggi baru pada saat ini. Indeks SSE Composite China turun tipis sekitar 0,24% di sekitar 4.070 poin, menegaskan dinamika pasar yang beragam di wilayah tersebut.
Pasar menilai bahwa bank sentral kemungkinan mempertahankan suku bunga bulan ini sambil menilai dampak konflik terhadap perekonomian global. Laporan mengenai potensi kemajuan diplomatik dengan Iran turut meningkatkan optimisme, meskipun ada kekhawatiran terkait jalur negosiasi dan risiko geopolitik yang menyertainya.
Eksport Korea Selatan meningkat signifikan di awal April; 49,4% YoY untuk 20 hari pertama April, didorong lonjakan ekspor chip lebih dari 180%. Pada saat bersamaan, Xi Jinping menyerukan gencatan senjata dan kelancaran pelayaran melalui selat, yang menandakan kekhawatiran Beijing soal dampak ekonomi global meskipun ada sinyal stabilitas di beberapa segmen pasar.
Kinerja saham Jepang didorong oleh sektor teknologi dan saham terkait AI, yang mendorong indeks utama melaju lebih kuat. Pergerakan ini mencerminkan fokus investor pada kemajuan inovasi dan kapasitas produksi chip yang bertalian langsung dengan permintaan global terhadap teknologi mutakhir.
Di sisi kebijakan, pasar menantikan keputusan bank sentral terkait suku bunga. Sinyal kehati-hatian tetap ada, namun evaluasi dampak konflik Timur Tengah terhadap pertumbuhan mendorong para pelaku pasar untuk tetap optimis terhadap pemulihan jangka menengah.
Hang Seng juga mendapat tekanan positif dari sinyal kemajuan diplomatik di Timur Tengah dan perbaikan sentimen global, meskipun investor tetap menjaga posisi mengingat volatilitas geopolitik dan dinamika aliran modal lintas wilayah.
Kospi melonjak lebih dari 2% didorong oleh pemulihan prospek chipmaker dan permintaan ekspor Korea Selatan yang terdorong. Lonjakan ini menandakan adanya pergeseran positif pada sentimen investor terhadap sektor teknologi dan industri inti negara itu.
SSE Composite China melemah sekitar 0,24%, menunjukkan bahwa optimisme regional masih berlawanan dengan risiko ekonomi lokal. Pasar terus memantau perkembangan perdagangan dan potensi dampak konflik regional terhadap rantai pasok global di masa mendatang.
Beijing menekankan pentingnya gencatan senjata dan kelanjutan perdagangan melalui jalur pelayaran utama, sebuah sinyal bahwa negara ini fokus pada stabilitas ekonomi global. Langkah-langkah kebijakan serta dinamika geopolitik akan tetap menjadi faktor kunci bagi pergerakan indeks di wilayah Asia dalam beberapa kuartal ke depan.