Indeks Dolar AS Tertahan di Bawah SMA 200: Menanti Data PCE dan Simposium Jackson Hole

Indeks Dolar AS Tertahan di Bawah SMA 200: Menanti Data PCE dan Simposium Jackson Hole

Signal /DXYSELL
Open99.000
TP97.700
SL99.800
trading sekarang

Indeks Dolar AS (DXY) saat ini terpantau sedang berjuang keras untuk mendapatkan traksi naik yang signifikan di atas Simple Moving Average (SMA) 200-hari yang berada di kisaran 99.00. Para pelaku pasar tampak sangat berhati-hati dalam menempatkan posisi beli (long) dalam skala besar terhadap Dolar AS. Sikap defensif ini diambil menjelang rilis data ekonomi penting berupa Personal Consumption Expenditures (PCE) Price Index serta dimulainya pertemuan tahunan Simposium Jackson Hole.

Pergerakan pasar yang cenderung konsolidatif ini mencerminkan keraguan investor terhadap arah kebijakan moneter The Federal Reserve ke depan. Meskipun ada upaya pemulihan minor dari level terendah tiga bulan yang disentuh pekan lalu, momentum kenaikan Dolar AS masih sangat terbatas. Tim analis dari Cetro Trading Insight menilai bahwa struktur bearish jangka menengah hingga panjang masih mendominasi pergerakan DXY selama harga belum mampu ditutup di atas SMA 200.

Volatilitas pasar diperkirakan akan tetap rendah sebelum rilis data resmi dirilis ke publik. Para manajer investasi dan institusi keuangan global dilaporkan cenderung menahan diri untuk melakukan perombakan portofolio secara agresif. Situasi wait-and-see ini membuat likuiditas bergerak dalam rentang yang sempit, menunggu pemicu fundamental yang lebih kuat untuk menentukan arah tren berikutnya.

Berdasarkan data aliran dana terbaru yang dirilis oleh institusi perbankan global BNY, eksposur aset bersih investor non-AS terpantau mulai mengalami stabilisasi. Investor asing dilaporkan tidak lagi secara agresif mengurangi kepemilikan aset berbasis Dolar AS mereka seperti minggu-minggu sebelumnya. Hal ini memberikan sedikit ruang bernapas bagi Greenback untuk melakukan konsolidasi di area support krusial saat ini.

Di sisi lain, aktivitas lindung nilai (FX hedging) yang diukur dari kepemilikan Dolar lintas batas juga menunjukkan perubahan yang sangat minimal dalam dua pekan terakhir. Kondisi ini mengindikasikan bahwa para pelaku pasar global belum melihat adanya urgensi untuk melakukan perubahan arah portofolio secara struktural. Mereka cenderung mempertahankan proteksi nilai yang sudah ada sembari memantau perkembangan data inflasi AS.

Para analis Cetro Trading Insight menyarankan para trader untuk memantau dengan cermat arus kas Dolar, ekspektasi inflasi, serta rilis data tenaga kerja AS mendatang. Penurunan berkelanjutan pada indikator-indikator tersebut dapat memicu pergeseran dari diversifikasi taktis menjadi pengurangan eksposur Dolar secara struktural. Hal ini tentu akan menjadi katalis negatif yang kuat bagi pergerakan DXY ke depan.

Dari sudut pandang teknikal, upaya rebound Indeks Dolar AS masih tertahan di bawah resistance dinamis SMA 200 yang berada di level 99.15. Indikator momentum Relative Strength Index (RSI 14) saat ini berada di area 34, menunjukkan bahwa tekanan jual masih mendominasi pasar meskipun mulai jenuh. Sementara itu, indikator MACD yang berada di bawah garis nol mengonfirmasi bahwa tren turun belum sepenuhnya berakhir.

Untuk memicu pemulihan bullish yang valid, para pembeli (bulls) harus mampu menembus ke atas SMA 200 dan zona resistance berikutnya di kisaran 99.25 hingga 99.40. Jika skenario ini terwujud, fokus pergerakan berikutnya akan menguji area tertinggi pertengahan Agustus di level 99.70. Kenaikan di atas level tersebut akan membuka jalan bagi pembalikan arah tren menjadi bullish yang lebih kuat.

Sebaliknya pada sisi bawah, para penjual (bears) saat ini tertahan oleh level support kuat akhir Mei di area 98.70. Jika tekanan jual kembali meningkat dan menembus ke bawah batas support tersebut, maka target penurunan berikutnya bagi DXY adalah area terendah bulan Mei di sekitar 97.65. Anda dapat memantau pergerakan harga ini secara real-time melalui aplikasi trading yang ditayangkan di situs resmi Cetro.

banner footer