Saham-saham AS bergerak lebih rendah secara umum pada hari Kamis. S&P 500 menutup sesi dengan penurunan tipis sekitar 0,1%, didorong oleh melemahnya saham-saham teknologi yang terdampak kekhawatiran terkait belanja modal AI. Volatilitas di sektor teknologi muncul karena investor menilai potensi biaya besar dan dampaknya terhadap margin perusahaan.
Dinamika tersebut memicu pergeseran sentimen ke pasar lain meski tetap menjaga fokus pada perkembangan perusahaan berkapital besar. Indeks utama di Eropa dan Asia memperlihatkan pergerakan yang beragam, menandai suasana pasar yang cenderung berhati-hati. Euro Stoxx 50 turun sekitar 0,7%, DAX Jerman turun 2,1% karena lemahnya saham-saham teknologi, sementara CAC Prancis ditutup hampir datar (+0,1%).
Sementara itu, pasar Asia menunjukkan dinamika yang berbeda. Nikkei 225 Jepang ditutup datar, dan Kospi Korea menguat sekitar 1,0%. Hang Seng Hong Kong dan Shanghai Composite Tiongkok masing-masing naik 0,5% dan 0,2%, seiring laporan media mengenai pelonggaran regulasi sektor properti yang mengangkat saham-saham pengembang. Di tempat lain, Sensex India naik 0,3%.
Perdagangan di bursa Eropa dan Asia menunjukkan pola yang beragam menjelang penutupan sesi terakhir. Meski beberapa indeks regional berakhir mendekati datar, arah keseluruhan pasar tetap dipengaruhi oleh dinamika saham teknologi dan perubahan kebijakan sektor properti. Euro Stoxx 50 turun 0,7%, DAX Jerman turun 2,1%, dan CAC Prancis naik tipis sekitar 0,1%.
Para analis menilai ekspektasi terhadap belanja modal AI dapat memicu pergeseran aliran modal antara sektor-sektor utama. Kebijakan pelonggaran regulasi di sektor properti China juga menjadi fokus karena berpotensi menopang saham pengembang. Laporan-laporan ini menambah lapisan risiko bagi investor yang mencari kepastian arah pasar.
Sementara itu, pergerakan di Asia menunjukkan variasi yang mendasar meski beberapa bursa Asia memberikan dukungan sementara. Kospi Korea naik 1,0%, Hang Seng Hong Kong naik 0,5%, dan Shanghai Composite menambah 0,2% pada hari itu. Sensex India mengalami kenaikan 0,3%, menunjukkan bahwa arus modal global masih memiliki pendorong domestik yang kuat.
Katalis utama pasar tetap bergantung pada belanja modal AI dan bagaimana perusahaan menyalurkan investasi tersebut ke lini bisnis inti. Para analis menilai bahwa biaya besar bisa menekan margin pada jangka pendek meskipun potensi pertumbuhan jangka panjang menjanjikan. Implikasi kebijakan dan perkembangan teknologi akan menjadi fokus utama bagi investor untuk menilai panduan pendapatan perusahaan.
Di Asia, beberapa indikator menunjukkan bahwa pelonggaran kebijakan properti dapat mengurangi tekanan pada bursa lokal. Namun volatilitas tetap tinggi di pasar global karena ketidakpastian seputar pendapatan perusahaan teknologi utama. Investor tetap mengawasi laporan pendapatan kuartal dan petunjuk dari emiten teknologi besar untuk mengkonfirmasi arah pasar.
Dengan dinamika ini, para analis menyarankan fokus pada manajemen risiko. Pemantauan laporan pendapatan serta panduan dari perusahaan teknologi besar menjadi kunci untuk memahami arah pasar. Strategi diversifikasi dan pemilihan sektor tetap menjadi prioritas bagi investor jangka menengah.