
Menurut Cetro Trading Insight, INET siap menempuh langkah penting setelah resmi menjadi pemegang kendali atas PADA. Melalui rencana Penawaran Tender Wajib, INET akan membeli saham sebanyak mungkin untuk mengamankan pengaruh penuh di perusahaan penyedia layanan tenaga kerja tersebut. Keterbukaan informasi BEI pada 17 Juni 2026 menegaskan arah aksi korporasi ini sebagai langkah strategis untuk mengubah tata kelola perusahaan.
Rencana pembelian mencakup hingga 900 juta saham PADA, setara sekitar 28,57 persen dari modal ditempatkan dan disetor penuh perseroan. Jika seluruh proses tender selesai, kepemilikan INET di PADA diperkirakan meningkat menjadi sekitar 53,57 persen, atau sekitar 1,68 miliar saham. Transaksi ini menandai perubahan besar dalam struktur kepemilikan dan berpotensi mempengaruhi arah kebijakan PADA ke depan.
Harga pembelian dalam MTO ditetapkan sebesar Rp63 per saham, sebuah harga yang menjadi benchmark pergerakan saham PADA. Periode penawaran tender wajib berlangsung mulai 18 Juni hingga 17 Juli 2026, sesuai pengumuman BEI. Secara historis, INET sebelumnya telah mengakuisisi 1.687.455.000 saham PADA dari Kopindosat pada harga Rp63 per saham, menegaskan minat investor utama terhadap PADA.
Dengan rampungnya akuisisi, INET resmi menjadi pemegang saham mayoritas sekaligus pengendali saat ini PADA. Hal ini menandai perubahan fundamental dalam tata kelola perusahaan dan arah strategi jangka panjang. INET berpegangan pada pengawasan yang lebih terarah untuk memandirikan lini bisnis dan operasional.
Kepemilikan 53,57 persen membuat posisi PADA lebih stabil untuk langkah restrukturisasi, efisiensi operasional, dan potensi sinergi dengan portofolio INET. Kondisi ini juga meningkatkan kemampuan perusahaan untuk menarik investasi lanjutan dan menata governance sesuai tujuan strategis grup. Selain itu, pemegang saham publik akan mendapatkan jalur perlindungan melalui mekanisme tender wajib.
Perubahan kendali memicu kewajiban Penawaran Tender Wajib untuk melindungi pemegang saham publik sesuai ketentuan pasar modal. Kebijakan ini memastikan distribusi manfaat akuisisi secara lebih adil bagi pemegang saham publik. Cetro Trading Insight menilai momen ini penting untuk transparansi pasar dan perlindungan pemodal kecil.
Langkah berikutnya adalah menyelesaikan masa tender wajib yang akan berlangsung dari 18 Juni hingga 17 Juli 2026. Setelah proses tender, kepemilikan INET diperkirakan mencapai mayoritas. Market watchers akan memantau bagaimana perubahan ini akan berdampak pada tata kelola dan value creation bagi PADA.
Penetapan harga Rp63 per saham juga memberi sinyal adanya premium terhadap nilai pasar PADA pada saat transaksi. Ini bisa menjadi pertanda minat investor terhadap peluang jangka panjang di bawah kendali baru INET.
Analisis lebih lanjut akan mengungkap dampak bagi pemegang saham minoritas, potensi arbitrase, dan implikasi pasar modal. Investor disarankan memantau pengumuman resmi BEI dan hasil tender. Cetro Trading Insight akan terus memberikan pembahasan mendalam tentang perkembangan ini.