Menurut Nordea, inflasi Denmark turun tajam ke 0,8% secara tahunan pada Januari. Penurunan ini sebagian besar didorong oleh pemotongan pajak listrik yang diterapkan hingga tarif minimum Uni Eropa. Laju inflasi inti juga melambat, menunjukkan pelemahan umum pada tekanan harga. Laporan ini disusun oleh Cetro Trading Insight, yang menekankan relevansi kebijakan fiskal terhadap dinamika harga.
Harga barang dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu turun sekitar 1,3%, sementara harga layanan naik sekitar 2,7%. Efek pemotongan pajak listrik membuat biaya energi lebih rendah dan berkontribusi pada penurunan inflasi. Sisi permintaan rumah tangga diperkirakan meningkat seiring daya beli yang lebih kuat berkat biaya energi yang lebih rendah.
Pemotongan pajak ini juga dijanjikan berlanjut dalam rencana Juli, ketika pajak untuk kopi, cokelat, dan gula akan dihapus sebagian. Kebijakan ini diharapkan mendorong belanja konsumen lebih lanjut sepanjang tahun. Secara keseluruhan, inflasi yang rendah meningkatkan daya beli rumah tangga meski tekanan pada beberapa sektor tetap ada.
Secara international, Denmark menunjukkan inflasi yang lebih rendah dibandingkan dengan zona euro. Inflasi yang diharmonisasi menurut UE pada Januari adalah 0,6%, dibandingkan 2,3% di zona euro pada Desember. Angka-angka ini menegaskan perbedaan siklus harga antara Denmark dan mitra regionalnya.
Meskipun harga layanan naik sekitar 2,7%, penurunan harga barang sekitar 1,3% membantu menjaga inflasi inti tetap lemah. Faktor pemotongan pajak listrik memperlihatkan bagaimana kebijakan fiskal bisa menekan laju inflasi secara signifikan meski permintaan sektor jasa relatif kuat. Secara keseluruhan, dinamika ini menempatkan Denmark pada posisi inflasi yang lebih rendah dibandingkan banyak negara OECD.
Analisis menunjukkan bahwa manfaat fiskal terhadap inflasi datang dari sisi energi, sementara tekanan dari biaya layanan tetap menjadi faktor pendamping. Kebijakan ke depan, termasuk penghapusan pajak pada produk tertentu, berpotensi memperkuat dinamika ini. Pelaku pasar seharusnya mencermati bagaimana perubahan tarif energi bisa menggeser pola inflasi di kuartal-kuartal mendatang.
Bagi rumah tangga Denmark, inflasi rendah diperkirakan meningkatkan daya beli sekitar 2% tahun ini. Kondisi ini didorong oleh biaya energi yang lebih rendah akibat pemotongan pajak listrik dan adanya rencana penghapusan pajak pada beberapa produk pada Juli. Dampak ini cenderung positif bagi konsumen berpendapatan berbagai tingkat.
Penurunan biaya energi mendukung belanja rumah tangga, sementara penghapusan pajak pada kopi, cokelat, dan gula diperkirakan menambah daya beli tambahan sepanjang tahun. Hal ini berpotensi mendorong pertumbuhan konsumsi domestik dan memberi dukungan pada pertumbuhan ekonomi Denmark secara keseluruhan. Perkembangan ini juga meningkatkan peluang bagi pelaku bisnis lokal untuk memanfaatkan stabilitas harga jangka pendek.
Meski demikian, analis menyarankan tetap waspada terhadap risiko global dan perubahan biaya energi. Kebijakan fiskal yang mempengaruhi inflasi juga berarti peluang bagi investor domestik untuk memandang aset berisiko dalam konteks stabilitas harga.