Analisis NBC yang diringkas oleh Cetro Trading Insight menyoroti bagaimana konflik Iran bisa mengganggu aliran minyak dan gas jika infrastruktur energi utama serta Jalur Perdagangan Hormuz menjadi sasaran. Meskipun skenario terburuk sejauh ini telah berhasil dihindari, risiko eskalasi yang berkepanjangan meningkatkan peluang terjadinya gangguan pasokan energi yang signifikan.
Menurut kajian tersebut, sebuah serangan AS terhadap infrastruktur energi Iran di Kharg Island—yang menjadi poros ekspor minyak Iran sekitar 90%—dan balasan Iran dengan menaburkan ribuan kapal tambang di Selat Hormuz bisa memicu respons militer luas terhadap infrastruktur energi di negara Teluk.
Jika skenario demikian terjadi, meski konflik mereda dalam waktu singkat, dibutuhkan berbulan-bulan untuk membuka kembali Selat Hormuz dan bertahun-tahun untuk memperbaiki infrastruktur di wilayah tersebut. Dampaknya meluas ke sektor lain yang sangat bergantung pada jalur pelayaran energi, termasuk aluminium, pertanian, dan produksi helium.
Gangguan pasokan yang meningkat akan mendorong harga minyak ke level yang lebih tinggi karena kekhawatiran akan ketersediaan pasokan global. Ketidakpastian ini juga berpotensi menambah volatilitas pada pasar energi dan berdampak pada harga komoditas terkait di pasar regional maupun global.
Geopolitik yang saling terkait meningkatkan risiko salah perhitungan dan eskalasi yang bisa memperburuk gangguan pasokan. Ketidakpastian tersebut menjadi faktor utama dalam pembentukan keputusan investasi energi secara global.
Beberapa laporan menunjukkan bahwa pasar minyak sempat mendekati skenario terburuk, namun kehati-hatian dan mekanisme pencegahan eskalasi menjaga risiko tersebut agar tidak meluas. Secara umum, pasar minyak tetap berada di atas tingkat normal sambil menunggu kejelasan lebih lanjut mengenai dinamika konflik.
Untuk manajemen risiko, strategi utama adalah pemantauan konflik secara berkala, penggunaan hedging, serta pemanfaatan stok cadangan guna mengurangi paparan terhadap gangguan pasokan. Langkah-langkah ini penting bagi produsen, trader, dan konsumen energi.
Proyeksi jangka panjang menunjukkan bahwa jika Selat Hormuz terganggu, pemulihan infrastruktur bisa memakan waktu lama, menjaga tekanan harga minyak lebih lama dari biasanya. Hal ini juga mendorong perusahaan untuk meninjau ulang rantai pasokan dan rencana kontinjensi mereka.
Bagi trader dan investor, analisis fundamental terhadap risiko geopolitik perlu dipadukan dengan manajemen risiko yang ketat. Tetap waspada terhadap perkembangan konflik serta kebijakan regional yang bisa mempengaruhi aliran energi global.