Inflasi Inti Lemah, Pasar Masih Waspada: Outlook CPI, PCE, dan Proyeksi Pemotongan Fed 2026

Inflasi Inti Lemah, Pasar Masih Waspada: Outlook CPI, PCE, dan Proyeksi Pemotongan Fed 2026

trading sekarang

Tim makro TD Securities AS, dipimpin Oscar Munoz, menilai CPI inti menunjukkan pelemahan yang lebih lunak daripada ekspektasi. Tarifan yang pass-through-nya relatif moderat memperlambat dorongan harga, tetapi para analis menegaskan ini belum cukup untuk menandai arah kebijakan yang lebih dovish. Pasar perlu mengamati data berikutnya sebelum menarik kesimpulan terlalu dini.

Mereka memperkirakan inflasi inti akan menguat lagi pada April karena lonjakan harga tiket pesawat dan tekanan perumahan yang bias turun di beberapa komponen shelter. Sinyal ini menunjukkan dinamika yang bisa menahan laju inflasi inti meski ada faktor-faktor tertentu yang mereda. Dengan demikian, pasar tidak bisa sepenuhnya mengandalkan perbaikan satu data saja sebagai sinyal dovish.

Mereka tetap memproyeksikan dua potongan 25 basis poin oleh Federal Reserve pada paruh kedua 2026 seiring inflasi kembali ke jalurnya. Proyeksi ini didasari harapan normalisasi inflasi setelah lonjakan sementara. Mereka menilai bahwa potensi pemotongan lebih lanjut akan bergantung pada bagaimana inflasi bergerak menjelang akhir tahun.

Meski CPI inti menunjukkan pelemahan, para analis menekankan bahwa pasar belum bisa menarik kesimpulan dovish secara tegas. Peluang kebijakan tetap tergantung pada data inflasi berikutnya dan dinamika konsumsi rumah tangga. Cetro Trading Insight menyoroti bahwa arah kebijakan masih belum pasti.

Tariff pass-through terlihat moderat setelah data Januari dan Februari yang lebih kuat, memberikan dukungan pada argumen bahwa tekanan biaya masih terkendali. Namun, dinamika harga energi dan shelter bisa menambah tantangan bagi inflasi inti di bulan-bulan mendatang. Para analis menekankan agar investor tetap fokus pada data terbaru dan konteks kebijakan bank sentral.

Mereka memperkirakan core PCE untuk Maret sekitar 0.23% mom, menunjukkan pelunakan inflasi inti secara berkelanjutan. Namun, laporan itu juga mengingatkan bahwa sinyal positif saat ini bisa tertutup jika tekanan lain naik. Kebijakan moneter tetap diarahkan pada jalur normalisasi inflasi dan rencana pemangkasan suku bunga bila dibutuhkan.

Implikasi Risiko dan Strategi Investor

Kebijakan moneter AS tetap berada di wilayah kehati-hatian karena ketidakpastian arah inflasi. Analisis ini menekankan bahwa investor perlu menilai data terbaru dengan cermat. Cetro Trading Insight menekankan pentingnya konfirmasi data sebelum mengubah posisi risiko.

Lonjakan tiket pesawat dan peningkatan biaya perumahan bisa mendorong inflasi inti kembali ke jalurnya. Faktor-faktor tersebut menunjukkan bahwa inflasi tidak akan turun tanpa hambatan. Artinya, tidak ada jalan pintas bagi kebijakan moneter.

Para analis menilai dua potongan 25 bps di 26H2 sebagai skenario yang masuk akal jika inflasi menyesuaikan diri. Rasio risiko-imbalan diyakini minimal 1:1,5 untuk menjaga ekspektasi investor tetap seimbang. Kebijakan ini akan bergantung pada bagaimana inflasi bergerak menjelang akhir tahun.

broker terbaik indonesia