RBC Economics mencatat bahwa dinamika inflasi di Kanada berbeda secara signifikan dari Amerika Serikat. Tarik ulur kebijakan tarif yang berlaku di Kanada selama setahun terakhir relatif terbatas. Survei Bank of Canada's Business Outlook Survey menunjukkan adanya pelonggaran tekanan biaya input bagi bisnis, menandai jalur inflasi yang berbeda dibandingkan AS.
Meskipun ada perbedaan tersebut, ada beberapa elemen yang tetap serupa. Harga pangan di Kanada telah naik secara signifikan karena dampak tertunda dari harga komoditas pertanian global yang masih tinggi dan persediaan sapi domestik yang rendah. Dampak ini menambah tekanan pada harga konsumen melalui kelompok pangan utama, termasuk daging.
Lebih luas lagi, tarif yang diberlakukan di Amerika Serikat secara luas bisa mempengaruhi biaya bagi produsen Kanada melalui rantai pasokan yang saling terhubung. Bank of Canada juga menyebut biaya restrukturisasi untuk menghindari tarif sebagai salah satu risiko upside yang bisa mendorong inflasi di masa depan. Oleh karena itu, kebijakan perdagangan AS memiliki potensi untuk merembet ke sisi harga meskipun udah ada upaya diversifikasi.
Harga pangan di Kanada dipicu oleh efek tertunda dari harga komoditas global yang tetap tinggi, disertai dengan persediaan sapi domestik yang menipis. Kondisi ini memperkuat tekanan harga pada bahan makanan pokok. Hal ini berkontribusi pada lonjakan harga daging sapi dan produk pangan lain yang menjadi bagian penting dari pengeluaran rumah tangga.
Faktor-faktor tersebut memicu lonjakan harga pangan dan produk terkait, meskipun kebijakan tarif belum sepenuhnya mengubah biaya operasional sektor pertanian. Kebijakan fiskal dan perdagangan yang lebih dinamis diperlukan untuk membantu menstabilkan harga. Karena itu, keseimbangan antara permintaan domestik dan biaya produksi menjadi kunci.
Tekanan berkelanjutan pada harga pangan berpotensi menjaga inflasi tetap lebih tinggi dalam jangka pendek, meskipun tekanan biaya input secara umum menunjukkan tanda melunak. Analisis juga menyoroti risiko volatilitas harga pangan yang bisa memengaruhi keseimbangan pendapatan rumah tangga. Oleh karena itu, kebijakan pendanaan untuk menstabilkan harga pangan diperlukan.
Implikasi kebijakan tarif AS terhadap rantai pasokan Kanada tetap relevan meski dampaknya tidak selalu terlihat dalam data harian. Rantai produksi Kanada sangat terintegrasi dengan pasar AS, sehingga perubahan tarif bisa menambah biaya bagi produsen melalui logistik, input bahan baku, dan harga akhir produk. Analisis ini menekankan pentingnya pengawasan kebijakan perdagangan untuk menghindari lonjakan inflasi masa depan.
Biaya restrukturisasi untuk menghindari tarif merupakan bagian dari dinamika yang dianggap BoC berpotensi menaikkan biaya produksi. Hal ini dapat merembet ke harga konsumen jika produsen menambah margin untuk menutup biaya tersebut. Analisis menunjukkan perlunya kebijakan pendamping untuk menjaga stabilitas harga.
Karena rantai pasokan Kanada sangat terintegrasi dengan ekonomi global, perubahan tarif bisa mengikis margin dan memicu investasi baru di rantai pasokan, termasuk logistik dan kapasitas produksi. Analisis menekankan bahwa kesiapan untuk penyesuaian kebijakan menjadi kunci mengatasi risiko inflasi.