Berita ini merupakan momentum penting di pasar saham Indonesia. Cetro Trading Insight mencatat bahwa PT Jinlong Resources Investment resmi memulai penawaran tender wajib atas saham PT Hotel Fitra International Tbk (FITT). Tender akan berlangsung dari 5 Februari hingga 6 Maret 2026, dengan target sebanyak-banyaknya 271.874.551 saham FITT, setara dengan 20,84% dari modal ditempatkan dan disetor penuh perseroan. Langkah ini menandai upaya Jinlong untuk memperluas kendali atas emiten tersebut melalui mekanisme pasar fiskal yang transparan.
Pada periode tender, penawaran ditetapkan pada harga Rp296 per saham, sehingga maksimum nilai transaksi sekitar Rp80,47 miliar. Penentuan harga dilakukan dengan mengacu pada rata-rata harga tertinggi perdagangan harian saham FITT di BEI selama 90 hari kalender sebelum 11 September 2025. Dengan demikian, investor pemegang saham FITT memiliki acuan harga yang independen dari fluktuasi harian jangka pendek.
Sebelumnya, Jinlong Resources resmi menjadi pengendali baru FITT setelah menyelesaikan akuisisi pada 12 Desember 2025. Jinlong mengambil alih 627 juta saham FITT milik PT Gloria Inti Nusantara, Hendra Sutanto, dan Richard Suwandi Lie, setara 48,07% dari total modal ditempatkan. Peristiwa ini menandai tahap baru dalam tata kelola perusahaan menuju konsolidasi kendali yang lebih terpusat.
Hingga Jumat 6 Februari 2026, saham FITT ditutup menguat sebesar 10,53% ke harga Rp735, setelah sebelumnya sempat melonjak 24,30% dalam dua sesi perdagangan, dengan auto reject atas (ARA) yang sempat terjadi. Gelombang pergerakan harga ini mencerminkan respons pasar terhadap berita kepemilikan baru dan potensi perubahan tata kelola perusahaan.
Dalam satu pekan, kinerja saham FITT menunjukkan lonjakan sekitar 70,93%, sedangkan dalam sebulan mencapai penguatan 32,43%. Lonjakan harga yang signifikan ini menunjukkan minat spekulatif maupun optimisme investor terhadap prospek perusahaan setelah akuisisi dan rencana MTO, meskipun harga penawaran Rp296 per saham berada di bawah harga pasar saat ini.
Penawaran tender dengan harga Rp296 per saham menimbulkan pertanyaan mengenai dampak terhadap likuiditas, potensi delisting, dan arah kebijakan perusahaan ke depan. MTO ini berpotensi mengubah komposisi pemegang saham serta mengubah dinamika tata kelola perusahaan, sehingga investor perlu memantau setiap pengumuman resmi terkait rencana pascapenawaran.
Pemegang saham FITT memiliki opsi untuk berpartisipasi dalam tender wajib sesuai dengan syarat dan ketentuan yang ditetapkan. Namun, perbedaan antara harga penawaran Rp296 dan level harga pasar saat ini menimbulkan pertimbangan matang bagi para pemegang saham untuk menilai apakah tender akan memberikan nilai tambah bagi mereka dalam konteks kepemilikan dan likuiditas.
Dampak jangka pendek terhadap perdagangan FITT kemungkinan besar terkait volatilitas yang lebih tinggi dan likuiditas yang dipantau ketat oleh pelaku pasar. Secara jangka panjang, kepemilikan baru di bawah Jinlong berpotensi mendorong perubahan strategi korporasi, pengelolaan biaya, serta potensi inisiatif restrukturisasi yang dapat memengaruhi prospek pertumbuhan FITT.
Sebagai panduan bagi para investor, penting untuk mengikuti pengumuman resmi dari otoritas pasar dan perusahaan terkait progres MTO serta rencana tindak lanjut. Karena sinyal perdagangan dari artikel ini dinilai tidak cukup untuk rekomendasi beli atau jual, maka sinyal yang diberikan adalah no dengan level risiko yang tidak ditetapkan. Lakukan analisis menyeluruh dan konsultasikan dengan penasihat keuangan bila perlu. Artikel ini disusun oleh Cetro Trading Insight untuk memberikan gambaran komprehensif tentang dinamika pasar terkait FITT tanpa menyarankan tindakan spesifik.