KAQI Melonjak 21,9% di Hari Perdana Perdagangan: Profil Jantra Grupo Indonesia Tbk (KAQI) dan Momentum Pasar

KAQI Melonjak 21,9% di Hari Perdana Perdagangan: Profil Jantra Grupo Indonesia Tbk (KAQI) dan Momentum Pasar

trading sekarang

Dalam laporan singkat ini, Cetro Trading Insight menyoroti langkah KAQI yang mencuat di pasar. Saham PT Jantra Grupo Indonesia Tbk (KAQI) ditutup menguat 21,90 persen di harga Rp128 per unit pada sesi perdagangan pertama Kamis, 26 Februari 2026. Lonjakan ini menandai momentum awal yang patut diamati oleh investor ritel maupun institusi.

KAQI bergerak di bidang perawatan, perbaikan, serta perdagangan suku cadang dan aksesori kaki-kaki kendaraan. Perusahaan ini merupakan emiten barang konsumen nonprimer yang telah mengembangkan jaringan bengkel di Jawa dan Bali, dan terdaftar di papan pengembangan Bursa Efek Indonesia. Keterangan resmi perseroan menegaskan fokus KAQI pada layanan kaki-kaki sebagai inti bisnisnya.

Sejarah KAQI bermula pada tahun 2000, ketika pendirinya Imam Sujono memulai dengan bengkel AC mobil. Seiring waktu, perusahaan merambah ke area power steering dan akhirnya menjadi bengkel kaki-kaki mobil spesialis. Perkembangan berlanjut dengan penambahan layanan spooring & balancing, serta jaringan rental transportasi pada 2010, dan layanan reservasi online yang diluncurkan pada 2014. Pada 2017 barulah perusahaan terbentuk sebagai entitas yang dikenal sebagai PT Jantra Grupo Indonesia Tbk.

Transaksi KAQI pada sesi perdagangan pertama menunjukkan dinamika yang menarik. KAQI mencatatkan penguatan sebesar 21,90% dan ditutup pada Rp128 per saham, dengan nilai transaksi sekitar Rp179,58 miliar, menempatkan perusahaan di antara top gainers dan top value hari itu.

Secara historis, KAQI juga menunjukkan momentum positif dengan pertumbuhan harga sekitar 62% dalam satu bulan terakhir, menurut data pasar. Hal ini mengindikasikan adanya minat investor terhadap potensi pertumbuhan bisnis kaki-kaki KAQI dan pemanfaatan jaringan bengkel yang tersebar di berbagai kota besar.

Dari sisi kepemilikan, data BEI menunjukkan kendali KAQI berada pada PT Tahtra Kertajaya Indonesia dengan 78,32% (1,62 miliar saham). Bagian publik mencapai 21,68% (450 juta saham), dengan pemilik manfaat akhir ialah Imam Sujono dan Jantra Al Rasyid. KAQI melantai secara perdana di BEI pada 2025 melalui IPO yang melepas 450 juta saham pada harga penawaran Rp118 per saham, menghasilkan sekitar Rp53,10 miliar.

broker terbaik indonesia