PT Bank KB Indonesia Tbk BBKP melaporkan perubahan signifikan pada struktur kepemimpinan melalui RUPSLB yang digelar di Jakarta pada 12 Maret 2026. Langkah ini merupakan bagian penting dari strategi perseroan untuk mempercepat transformasi bisnis dan memperkokoh tata kelola perusahaan. Upaya ini juga sejalan dengan komitmen bank untuk menjaga daya saing di industri perbankan yang semakin dinamis.
RUPSLB menyetujui pengunduran diri Seng Hyup Shin dari jabatan Wakil Komisaris Utama. Sebagai pengganti, Tae Doo Kwon ditunjuk mengisi posisi tersebut; ia bankir berpengalaman global yang saat ini menjabat Head of Global Growth Support Division di KB Kookmin Bank. Kedatangan Kwon diharapkan membawa kombinasi wawasan internasional dan kebijakan tata kelola yang lebih terintegrasi.
Direktur Utama KB Bank Kunardy Darma Lie menegaskan bahwa perubahan ini penting untuk memperkuat tata kelola, manajemen risiko, dan transformasi digital secara berkelanjutan. Ia menyoroti sinergi antara talenta global dan kapabilitas lokal sebagai fondasi untuk menjaga momentum pertumbuhan. Dengan dukungan pemegang saham dan kepemimpinan yang lebih solid, bank optimistis mampu melanjutkan transformasi menuju pertumbuhan yang sehat dan berkelanjutan.
Di tengah dinamika industri perbankan, kinerja keuangan KB Bank pada kuartal III 2025 menunjukkan tren positif. Laba bersih non-konsolidasi mencapai Rp265 miliar, membalik posisi rugi Rp2,73 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya. Hasil ini menggarisbawahi keberhasilan transformasi yang tengah dijalankan perseroan.
Dari sisi pembiayaan, total kredit yang disalurkan mencapai Rp44,32 triliun per September 2025, meningkat 10,83 persen YoY dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya Rp39,99 triliun. Dana Pihak Ketiga tumbuh kuat 14,48 persen YoY, didorong oleh lonjakan CASA sebesar 38,02 persen YoY. Pertumbuhan kredit dan likuiditas ini menunjukkan kapasitas bank dalam memperluas pembiayaan dengan risiko terkelola.
Ke depan, KB Bank menyatakan akan memperkuat fundamental bisnis, meningkatkan kualitas aset, serta memperluas pertumbuhan kredit secara selektif dan terdiversifikasi. Kebijakan ini akan ditopang investasi pada teknologi perbankan dan peningkatan manajemen risiko yang lebih modern. Dengan dukungan pemegang saham dan arah kepemimpinan yang semakin mantap, perusahaan menargetkan jalur transformasi yang lebih berkelanjutan.
Susunan Dewan Komisaris dan Direksi KB Bank telah disesuaikan untuk memperkuat tata kelola dan pengawasan risiko. Komisaris Utama ialah Jerry Marmen, Wakil Komisaris Utama Tae Doo Kwon, dan dua Komisaris Independen yakni Stephen Liestyo serta Hae Wang Lee. Perubahan ini sejalan dengan komitmen menjaga integritas dan transparansi keputusan strategis.
Di jajaran Direksi, Direktur Utama Kunardy Darma Lie memimpin tim yang terdiri dari Robby Mondong, Dodi Widjajanto, Henry Sawali, Jung Ho Han, Jang Hyuk Im, Widodo Suryadi, Ju Hwan Yi, dan Yungki Prabowo. Rekam jejak lintas bidang risiko, teknologi, dan operasional diharapkan memperkuat eksekusi strategi dan menjaga kualitas aset.
Dengan perubahan ini Cetro Trading Insight menilai bahwa fokus pada tata kelola yang kuat dan transformasi digital akan mendorong pertumbuhan berkelanjutan. Narasi positif atas fondasi kepemimpinan baru menambah kepercayaan pasar terhadap fundamental BBKP. Kinerja dan arah kebijakan bank dipandang sebagai potensi upside bagi investor yang melihat konteks makro keuangan nasional.
| Jabatan | Nama |
|---|---|
| Komisaris Utama | Jerry Marmen |
| Wakil Komisaris Utama | Tae Doo Kwon |
| Komisaris Independen | Stephen Liestyo |
| Komisaris Independen | Hae Wang Lee |
| Direksi | Nama |
|---|---|
| Direktur Utama | Kunardy Darma Lie |
| Direktur | Robby Mondong |
| Direktur | Dodi Widjajanto |
| Direktur | Henry Sawali |
| Direktur | Jung Ho Han |
| Direktur | Jang Hyuk Im |
| Direktur | Widodo Suryadi |
| Direktur | Ju Hwan Yi |
| Direktur | Yungki Prabowo |