
Irans Foreign Minister Abbas Araghchi memperingatkan Amerika Serikat untuk mundur dari wilayah tersebut atau menghadapi konsekuensi. Ia menegaskan bahwa angkatan bersenjata Iran tidak akan membiarkan serangan atau ancaman diabaikan begitu saja. Pernyataan ini disampaikan setelah pasukan AS menembak beberapa sistem pertahanan udara dan radar Iran di dekat Selat Hormuz.
Pernyataan itu menekankan tekad Tehran untuk menjaga kedaulatan dan menilai bahwa ancaman tidak akan diabaikan. Pemerintah Iran menegaskan bahwa respons tegas adalah bagian dari upaya menjaga stabilitas wilayah. Meski begitu, nada retorisnya juga mencerminkan keinginan untuk menghindari eskalasi militer secara langsung.
Sekaligus, pasar regional dihubungkan dengan risiko kekacauan yang lebih luas. Analis menilai retorika keras meningkatkan risiko bagi perdagangan dan aliran minyak di jalur strategis. Ketegangan berlarut-larut bisa mendorong investor mencari aset yang dianggap lebih aman dan menambah volatilitas jangka pendek.
Setelah eskalasi, harga minyak mentah WTI bergerak naik dan berada di sekitar 87,82 dolar AS per barel setelah meningkat 0,82 persen sepanjang hari. Reaksi pasar mencerminkan penilaian risiko geopolitik terhadap pasokan energi global. Investor tetap waspada terhadap potensi gangguan pasokan melalui jalur penghubung utama di sekitar wilayah tersebut.
Para analis menilai bahwa pasar minyak membawa premi risiko tambahan akibat ketegangan Iran–AS. Ketidakpastian seputar kelangsungan aliran minyak melalui Selat Hormuz menjadi katalis utama perubahan probabilitas gangguan pasokan. Kebijakan persediaan, permintaan global, dan berita geopolitik akan menjadi pendorong utama pergerakan harga dalam beberapa hari mendatang.
Nilai harga minyak yang lebih tinggi juga berpotensi menekan mata uang negara penghasil minyak dan memicu gejolak di pasar saham global. Trader akan mengamati eskalasi diplomatik dan respons militer lebih lanjut sebagai sinyal utama arah pasar. Meski volatilitas meningkat, manajemen risiko yang cermat tetap diperlukan untuk memanfaatkan peluang risk premium yang ada.