Bank Mandiri meluncurkan revolusi digital yang mengubah wajah layanan perbankan bagi eksportir, dengan fokus pada kepatuhan devisa dan efisiensi arus kas. Melalui Kopra by Mandiri, platform wholesale digital, bank ini menghadirkan solusi terintegrasi yang memantau, mencatat, dan melaporkan DHE SDA secara real time. Di tengah fluktuasi harga emas idr yang kerap menjadi acuan nilai tukar, para pelaku usaha kini memiliki kerangka data yang lebih kokoh untuk mengambil keputusan keuangan.
PP 8/2025 menegaskan bahwa DHE SDA berasal dari kegiatan pengusahaan sumber daya alam dan wajib ditempatkan dalam sistem keuangan nasional. Melalui Kopra by Mandiri, proses pemantauan transaksi menjadi lebih rapi, konsisten, dan sesuai ketentuan regulasi. Laporan ini disusun oleh Cetro Trading Insight untuk memahami bagaimana inovasi ini memudahkan eksportir dalam memantau arus kas dan kepatuhan regulasi.
Fitur utama DHE Tracker mencakup self-flagging yang memungkinkan pengelompokkan dana berdasarkan jenisnya, seperti minyak dan gas, non-minyak dan gas, maupun transaksi lain sesuai ketentuan. Selain itu, sistem menyediakan notifikasi otomatis setiap kali dana masuk ke Rekening Khusus DHE SDA, sehingga pengawasan arus devisa menjadi lebih responsif. Data transaksi incoming bisa diunduh sebagai dokumen pendukung administrasi, dan ekosistem ini menampilkan laporan secara terintegrasi dalam satu Array untuk memudahkan audit internal.
Keunggulan utama Kopra by Mandiri terletak pada kemampuan melacak arus devisa secara terperinci, meminimalkan kesalahan, dan meningkatkan akurasi pelaporan ke regulator. Self-flagging memungkinkan departemen keuangan mengategorikan dana masuk sesuai jenis, mempercepat penyusunan laporan internal. Integrasi notifikasi memastikan tim keuangan segera merespons setiap transaksi baru tanpa harus melakukan pengecekan manual yang melelahkan.
Dalam konteks nilai tukar dan likuiditas, rangkaian data Kopra memberikan gambaran lebih jelas tentang likuiditas eksportir, memperhatikan fluktuasi harga emas idr sebagai salah satu patokan pasar. Fitur ini juga termasuk Array yang siap diunduh sebagai dokumen pendukung untuk kebutuhan audit dan pelaporan regulasi. Notifikasi real-time menambah kepercayaan pelaku usaha terhadap kepatuhan operasional dan efisiensi arus kas.
Fitur tambahan Kopra didesain untuk memudahkan eksportir menyusun laporan keuangan internal hingga kebutuhan pemeriksaan regulator. Pengguna dapat mengekspor data transaksi secara terstruktur, meningkatkan transparansi dan akuntabilitas operasional. Integrasi digital ini memperluas manfaat ekonomi melalui peningkatan proses kepatuhan dan kelancaran arus kas perusahaan.
Langkah ini memiliki dampak signifikan pada ekosistem ekspor Indonesia, karena transparansi data mempercepat proses pelaporan dan kepatuhan regulasi. Bank Mandiri berperan sebagai enabler transformasi digital yang memajukan ekspor nasional dan menjaga stabilitas sistem keuangan. Pelaku pasar dan investor melihat peluang baru ketika fasilitasi digitalisasi perbankan memadukan efisiensi operasional dengan kepatuhan regulasi.
Analisis risiko menunjukkan bahwa pemantauan digital mengurangi risiko duplikasi data, menekan biaya kepatuhan, serta meningkatkan efisiensi operasional. Selain itu, pemanfaatan Array data transaksi memungkinkan auditor internal menelusuri jejak transaksi dan memvalidasi catatan keuangan secara lebih akurat. Transparansi semacam ini juga memperkuat kepercayaan investor pada likuiditas dan stabilitas sistem keuangan nasional.
Melalui Kopra by Mandiri, Bank Mandiri memposisikan diri sebagai katalis pertumbuhan ekonomi berkelanjutan dan inklusif. Seiring harga emas idr tetap relevan sebagai indikator volatilitas pasar, solusi digital ini memberikan kerangka keuangan yang lebih kuat bagi eksportir. Dengan langkah transformasi ini, Indonesia semakin siap menata arus devisa secara efisien dan berkelanjutan.