Kredit Perbankan Tumbuh 9,49% YoY di Maret 2026: Likuiditas Tahan Banting dan BNPL Semakin Dinamis

Kredit Perbankan Tumbuh 9,49% YoY di Maret 2026: Likuiditas Tahan Banting dan BNPL Semakin Dinamis

trading sekarang

Kredit perbankan tumbuh 9,49 persen year on year yoy pada Maret 2026, mencapai Rp8.659 triliun. Data tersebut menandai momentum pembiayaan yang lebih kuat bagi korporasi, rumah tangga, dan sektor produksi meski tantangan ekonomi global masih ada. Peluang ini mencerminkan fondasi fundamental sektor perbankan yang tetap kokoh sejalan dengan momentum pemulihan ekonomi domestik.

Berdasarkan penggunaan kredit, Kredit Investasi mencatat pertumbuhan tertinggi sebesar 20,85 persen yoy, diikuti oleh Kredit Konsumsi 5,88 persen, dan Kredit Modal Kerja 4,38 persen. Tren ini mengindikasikan fokus pembiayaan pada investasi produktif serta pemulihan konsumsi domestik yang berjalan secara bertahap. Ketiga segmen tersebut juga mencerminkan profil risiko yang lebih beragam di portofolio bank.

Dari sisi kepemilikan debitur, kredit korporasi tumbuh 14,88 persen yoy, sementara UMKM menunjukkan perbaikan dengan pertumbuhan positif 0,12 persen yoy (Februari 2026: terkontraksi 0,56 persen). Bank BUMN memimpin pertumbuhan kredit sebesar 13,66 persen yoy, menandakan dukungan kebijakan serta kapasitas likuiditas yang memadai. Porsi kredit BNPL perbankan tercatat 0,33 persen dari total kredit, menggambarkan pangsa segmen digital masih kecil namun berkembang seiring adopsi pembayaran digital yang meningkat.

IndikatorNilaiKeterangan
Kredit total Maret 2026Rp8.659 triliunyoy 9,49%
BNPL share0,33%Porsi kredit bank
BNPL baki debetRp28,3 triliunyoy 24,20%
DPK totalRp10.231 triliunyoy 13,55%
LCR193,64%
NSFR128,84%
NPL gross2,14%
NPL net0,83%
LaR8,94%
ROA2,47%
CAR25,09%setelah dividen
banner footer