OCBC Bank mengurai pandangan bahwa beberapa mata uang Asia, termasuk KRW, bergerak lebih kuat sedikit didorong oleh harapan deeskalasi konflik di Timur Tengah. Namun mereka menegaskan bahwa geopolitik masih menjadi motor utama pergerakan pasar dan fokus kini tertuju pada detail potensi kesepakatan di Selat Hormuz.
Menurut para analis, reli pelonggaran yang lebih besar akan bergantung pada kejelasan langkah-langkah konkret terkait kesepakatan Hormuz. Sampai ada kejelasan itu, sebagian besar FX Asia diperkirakan akan bergerak sideways, mendatar tanpa arah jelas.
Para pengkaji menambahkan bahwa jika detailnya mengarah ke pemulihan, mata uang berisiko tinggi seperti KRW berpeluang memimpin gerak balik. Namun mereka memperingatkan bahwa jika pelonggaran bersifat sementara, dampaknya bisa terbatas pada level yang lebih kecil.
Relief rally akan sangat bergantung pada kejelasan jadwal pembukaan kembali Selat Hormuz serta jaminan yang mungkin diterima Iran. Wacana mengenai timeline dan kepastian garansi menjadi penentu arah bagi pasar untuk menilai risiko geopolitik di kawasan tersebut.
Jika detail perjanjian muncul dan terdengar meyakinkan, mata uang berisiko tinggi, termasuk KRW, diprediksi akan mengambil peran lebih besar dalam pemulihan terhadap tren global yang lebih luas. Hal ini juga bisa mendorong sentimen risiko ke wilayah Asia.
Namun sejauh mana reli akan terjadi sangat tergantung pada sifat kesepakatan: apakah itu bersifat jeda sementara atau kesepakatan yang lebih permanen. Tanpa kepastian tersebut, peluang rebound bisa terbatas.
Gambaran pasar tetap melihat geopolitik sebagai motor utama, meski potensi deeskalasi bisa memberi dukungan bagi aset berisiko. Namun sejauh detail kesepakatan muncul, prospek pasar Asia masih menanti arah yang lebih jelas dari dinamika regional.
Selain itu, adanya ancaman eskalasi dari kata-kata Presiden AS menambah dimensi risiko yang perlu diwaspadai para pelaku pasar. Ketidakpastian ini membuat banyak investor menahan arah jangka pendek sambil menanti letupan sinyal fundamental yang lebih kuat.
Hingga detail operasional terungkap, jalur bagi KRW dan mata uang Asia lainnya tetap belum jelas. Cetro Trading Insight menekankan pentingnya sinyal fundamental dan kehati-hatian, karena pasar Asia cenderung bergerak sideways dalam periode ini.