KRW Tertekan oleh Ancaman Tarif AS dan Dinamika Aliran Modal

trading sekarang

KRW telah menunjukkan kinerja yang kurang kuat dalam beberapa bulan terakhir, dipengaruhi oleh kombinasi faktor domestik dan eksternal. Analisis pasar menunjukkan bahwa arus modal dan sentimen investor berperan besar dalam pergerakan mata uang ini. Narasi perdagangan dan risiko geopolitik turut membentuk dinamika yang membuat volatilitas tetap tinggi.

Di tengah spekulasi kebijakan perdagangan, ancaman kenaikan tarif oleh Amerika Serikat terhadap Korea Selatan menambah beban pada KRW. Rencana menaikkan bea masuk pada mobil, kayu, dan farmasi dari 15% menjadi 25% jika kesepakatan bilateral tidak tercapai meningkatkan risiko bagi ekspor Korea dan kepercayaan pelaku pasar terhadap prospek ekonomi negara tersebut.

Meski demikian, adanya penurunan arus modal keluar memberikan bantalan bagi KRW. Komponen ini membantu menahan volatilitas jangka pendek meski tekanan kebijakan tetap membayangi. Investor juga memantau respons kebijakan Korea Selatan dan langkah-langkah yang diambil bank sentral untuk menjaga stabilitas pasar.

Pembahasan kebijakan perdagangan antara AS dan mitranya berpotensi menekan KRW lebih lanjut jika ketegangan meningkat atau opsi balasan tarif diaktifkan. Sentimen risiko global tetap sensitif terhadap berita perdagangan, yang bisa memicu pergeseran ke aset yang lebih defensif atau safe-haven ketika ketidakpastian meningkat.

Di sisi lain, data aliran modal yang membaik akibat pengurangan arus keluar memberikan dukungan terhadap mata uang Korea. Hal ini mengurangi tekanan jual dan membantu menjaga stabilitas pasar valuta asing meski ada risiko eksternal. Pembuat kebijakan perlu menimbang keseimbangan antara langkah fiskal dan intervensi pasar untuk menjaga kepercayaan investor.

Dalam skenario terburuk, KRW bisa melemah lebih lanjut jika tarif meningkat tanpa adanya kemajuan negosiasi. Namun, jika aliran modal pulih dan dialog perdagangan membaik, tren penurunan bisa berhenti dan beberapa pemulihan bisa terlihat dalam beberapa kuartal ke depan.

broker terbaik indonesia