
Tim analis dari Commerzbank mencatat bahwa indeks London Metal Exchange (LMEX) terus berada di bawah tekanan meskipun PMI manufaktur China sedikit membaik di atas ambang 50. Kondisi ini menunjukkan bahwa pelemahan jangka pendek pada logam industri masih relevan meskipun ada sinyal pemulihan permintaan. Pertumbuhan aktivitas ekspor-berbasis industri, yang didorong oleh lonjakan adopsi kecerdasan buatan secara global, menjadi faktor kunci yang memperkuat potensi permintaan tembaga di masa mendatang.
Di sisi lain, para pelaku pasar menyoroti bahwa laporan kebijakan AS terkait tarif tembaga olahan sedang menunggu tanggal jatuh tempo evaluasi. Rencana untuk mengenakan tarif 15% dapat mendorong permintaan ke AS pada kuartal kedua hingga ketiga tahun ini, dan jika tarif tumbuh menjadi 30% pada 2028, respons pasar bisa lebih ekstrem. Ketidakpastian ini menambah volatilitas pada stok COMEX dan harga tembaga secara umum.
Meski demikian, beberapa kemungkinan tetap terbuka. Bila Presiden AS memilih membatalkan atau menunda penerapan tarif, harga tembaga bisa mendapat tekanan menengah karena pasokan COMEX berpotensi menambah likuiditas di pasar. Kebijakan semacam ini juga bisa memperlambat kenaikan harga jangka pendek, meskipun dampaknya bisa berbeda tergantung dinamika global lain seperti permintaan dari China dan arus ekspor global.
Jadwal tes eksekutif AS untuk laporan potensial mengenai tarif 15% atas tembaga olahan menjadi fokus utama, dengan kemungkinan rekomendasi yang dapat memicu lonjakan permintaan dalam beberapa bulan ke depan. Sebagai konsekuensinya, pelaku pasar menilai bahwa respons terhadap kebijakan ini bisa menggeser pola pembelian tembaga di sektor-sektor ekonomi yang mengandalkan logam tersebut. Efeknya akan terasa pada pasokan hingga inventori COMEX jika tarif diberlakukan.
Jika kebijakan tarif diberlakukan seperti yang diusulkan, permintaan dalam negeri AS terlihat akan meningkat secara signifikan menjelang pergantian tahun fiskal. Namun, skenario lain yang mungkin adalah tarif diundur atau dihapus, yang bisa mengurangi tekanan harga jangka menengah dan membuat volatilitas mereda. Menilai risiko ini, investor perlu memantau pembaruan resmi dan komentar pembuat kebijakan secara cermat.
Di sisi lain, ada peluang bahwa pasar menahan diri hingga keputusan final dibuat. Konflik kepentingan antara produsen yang sangat membutuhkan tembaga dan stok COMEX yang bisa dilepaskan menjadi faktor penentu arah harga. Secara keseluruhan, dinamika tarif akan sangat menentukan arah tembaga di pasar global hingga setahun mendatang.
Secara umum, laporan mengenai PMI manufaktur China yang naik ke 50,3 pada Juni memberikan tanda positif terhadap aktivitas industri dan ekspor tembaga. Pemulihan sektor ini diimbangi dengan tantangan LMEX yang belum menunjukkan penguatan signifikan, sehingga pasar cenderung berhati-hati. Peran AI sebagai penggerak lapangan kerja global juga memperkuat potensi penggunaan tembaga dalam rangkaian produksi modern.
Dalam konteks global, kebijakan fiskal dan tarif bisa memicu pergeseran arus permintaan dari wilayah lain selain AS. Investor disarankan untuk memantau perubahan stok COMEX, serta dinamika permintaan di pasar negara berkembang yang menjadi mitra utama impor tembaga. Ketahanan rantai pasokan akan menjadi kunci karena pasar menilai kemampuan produksi untuk menanggapi perubahan kebijakan dengan cepat.
Rekomendasi umum bagi pembaca adalah menjaga eksposur yang seimbang dengan fokus pada data fundamental yang lebih solid, seperti perkembangan PMI, output industri, dan dinamika stok logam. Cetro Trading Insight akan terus mengikuti perkembangan kebijakan dan aliran permintaan global untuk memberikan pembaruan analitis yang jelas dan mudah dipahami. Pembaca juga dianjurkan untuk mengikuti update rutin kami untuk insight yang lebih mendalam.