LSIP 2025: Laba Bersih Rp1,89 Triliun Didukung Harga CPO dan Efisiensi

LSIP 2025: Laba Bersih Rp1,89 Triliun Didukung Harga CPO dan Efisiensi

trading sekarang

LSIP meluncur ke panggung kinerja 2025 dengan gemuruh, mengguncang pasar sawit melalui lonjakan harga CPO dan efisiensi operasional yang agresif. Lonsum berhasil mencatat laba bersih sebesar Rp1,89 triliun, naik 28 persen dibandingkan 2024, sebuah capaian yang dinilai manajemen sebagai bukti stamina bisnis di tengah volatilitas pasar.

Penjualan perusahaan mencapai Rp5,51 triliun, naik 21 persen year on year berkat kenaikan harga rata-rata CPO dan peningkatan volume produk hilir sawit. Kinerja topline yang kuat ini didorong oleh kontribusi segmen hilir yang lebih tinggi serta efisiensi distribusi yang diterapkan manajemen.

EBITDA perseroan tumbuh 17 persen menjadi Rp2,45 triliun meski margin EBITDA turun dari 46 persen menjadi 44 persen. Laba usaha meningkat 30 persen menjadi Rp2,01 triliun, mencerminkan kemampuan Lonsum mengendalikan biaya sambil menjaga produktivitas. Presiden Direktur menegaskan fokus pada efisiensi, belanja modal terarah, dan praktik perkebunan berkelanjutan sebagai pilar kinerja ke depan.

Secara operasional, produksi TBS inti Lonsum turun 3 persen menjadi 1,14 juta ton, dipicu cuaca ekstrem dan dinamika harga yang berat. Walau demikian, total produksi CPO naik 2 persen menjadi 292 ribu ton seiring dengan peningkatan produksi TBS eksternal yang mendukung volume output.

Secara aset, perseroan mengoperasikan kebun seluas 110.982 hektare per akhir 2025, dengan 90.798 ha untuk sawit, 16.203 ha kebun karet, dan 3.981 ha area lain. Struktur lahan ini memperkuat profil produksi sambil mengurangi ketergantungan pada satu komoditas.

CPO tetap menjadi tulang punggung kinerja dengan kontribusi sekitar 95 persen terhadap penjualan, sementara karet sekitar 3 persen, bibit 1 persen, dan sisanya berasal dari produk lain. Manajemen menekankan pengendalian biaya, peningkatan efisiensi, serta praktik perkebunan berkelanjutan untuk menjaga momentum pendapatan di masa mendatang.

broker terbaik indonesia