MDKA Tahan Momentum Q1-2026: Laba Berbalik, Emas, Nikel, dan Tembaga Jadi Sumber Pertumbuhan

MDKA Tahan Momentum Q1-2026: Laba Berbalik, Emas, Nikel, dan Tembaga Jadi Sumber Pertumbuhan

trading sekarang

MDKA membuka 2026 dengan momentum yang memukau, memperlihatkan kemampuan memanfaatkan volatilitas pasar logam melalui portofolio terdiversifikasi. Kinerja ini menggambarkan transformasi perusahaan menjadi pilar nilai bagi pemegang saham, dengan fokus pada emas dan perak sebagai pilar pertumbuhan. Dalam analisis ini, Cetro Trading Insight menilai langkah ini sebagai fondasi kuat untuk narasi kinerja jangka panjang.

MDKA melaporkan pendapatan untuk Januari—Maret 2026 sebesar USD620,3 juta, meningkat 24% secara year-on-year. EBITDA melonjak 182% menjadi USD249,9 juta, menandakan peningkatan margin yang berarti di berbagai lini bisnis. Laba bersih mencapai USD57,5 juta, berbalik dari rugi USD3,7 juta pada Q1-2025, menunjukkan kelincahan operasional serta perbaikan efisiensi biaya.

Presiden Direktur Albert Saputro menegaskan bahwa awal tahun ini menunjukkan kekuatan portofolio yang terdiversifikasi dan fokus pada eksekusi disiplin. Ia menyoroti dukungan dari kenaikan harga jual emas, peningkatan volume penjualan lemonit, serta margin nikel yang menguat, disertai kontribusi dari penjualan perdana Tambang Emas Pani. Analisis di Cetro Trading Insight menyoroti Array momentum margin yang tumbuh sejalan dengan peningkatan efisiensi operasional dan pengembangan platform pertumbuhan utama.

Portofolio MDKA menunjukkan diversifikasi lintas logam yang memperkuat kestabilan pendapatan. Emas menjadi kontributor utama melalui produksi Tambang Emas Tujuh Bukit dan kontribusi perdana dari Tambang Emas Pani yang dioperasikan EMAS. Selain itu, sumbangan nikel melalui MBMA, serta hasil hilir seperti NPI, limonit, High-Grade Nickel Matte, dan tembaga menambah kepastian arus kas.

Progres proyek utama juga menegaskan rencana pertumbuhan. Proyek Tembaga Tujuh Bukit masih berada dalam studi kelayakan (Feasibility Study), dengan target penyelesaian pada semester II-2026. Di Pani, EMAS mengumumkan estimasi sumber daya mineral perdana untuk prospek Kolokoa, meningkatkan total sumber daya Tambang Emas Pani menjadi sekitar 7,4 juta ounces; performa emas dan perak tetap menjadi driver utama pendapatan.

MDKA mempertahankan likuiditas yang kuat: kas sekitar USD545 juta per 31 Maret 2026 dan fasilitas pinjaman belum digunakan sebesar USD130 juta. Rasio utang bersih terhadap EBITDA berada di 3,0 kali, jauh di bawah batas 5,0 kali. Kebijakan alokasi modal tetap disiplin, efisiensi operasional, dan pengembangan portofolio terdiversifikasi membentuk Array kerangka kerja perusahaan untuk menciptakan nilai jangka panjang.

Untuk masa depan, MDKA menegaskan fokus pada alokasi modal yang disiplin, efisiensi operasional, dan pengembangan portofolio yang terdiversifikasi untuk menjaga momentum pertumbuhan. Dalam konteks ini, Array strategi pertumbuhan menekankan sinergi antara logam utama dan peluang ekspansi ke segmen hilir, dengan dukungan ekspansi melalui proyek-proyek nikel dan tembaga.

Di segmen hilir nikel, proyek HPAL SLNC telah commissioning akhir Q2 2026, dan produksi MHP mencapai 5.194 ton pada 1T26; peningkatan produksi diperkirakan berlanjut sepanjang semester kedua 2026. Rencana ini diharapkan meningkatkan likuiditas operasional serta memperkuat margin kami di masa depan.

MDKA juga menyoroti potensi untuk memperluas akses investor melalui EMAS di HKEX, memperluas proporsi pendanaan internasional. Emas dan perak secara strategis melengkapi portofolio logam lain, menjaga keterbukaan dan liquidity bagi investor global.

banner footer