MDKA melesat dengan lonjakan pendapatan di kuartal IV-2025, dipicu oleh dorongan dari gold emas yang menjadikan logam kuning sebagai ujung tombak kinerja perusahaan. Sementara nikel dan tembaga menghadapi tekanan, MDKA mampu menjaga stabilitas operasional melalui diversifikasi portofolio. Analisis oleh Cetro Trading Insight menunjukkan potensi kenaikan berkelanjutan jika tren harga emas tetap positif.
Tambang Emas TB Gold mencatat produksi 103.156 ounces sepanjang 2025, sedangkan penjualan emas mencapai 104.168 ounces pada rata-rata harga USD 3.138 per ons, tumbuh sekitar 32% secara year-on-year. Peningkatan volume dan harga mendorong margin operasional serta arus kas yang lebih kuat bagi seluruh portofolio MDKA. Kinerja TB Gold menjadi faktor penentu rebound laba bersih perusahaan.
Di sisi lain, persiapan produksi perdana Tambang Emas Pani telah memasuki tahap commissioning pada kuartal terakhir 2025, dengan persiapan produksi perdana dijadwalkan pada kuartal I-2026. Fasilitas ADR telah berjalan sesuai rencana, mendukung transisi menuju irigasi dan produksi emas perdana. Sementara itu, MBMA melanjutkan peningkatan kapasitas pengolahan nikel dengan pertumbuhan saprolit dan limonit yang sejalan dengan target transisi energi.
Proyek MDKA fokus pada sinergi antara Pani, MBMA, NPI, AIM, dan HPAL, membentuk Array peluang investasi di ekosistem bahan baku baterai. Upaya integrasi hilir menambah nilai tambah bagi rantai nilai logam berat, sambil menjaga jadwal pelaksanaan agar aruskas tetap sehat. Pengembangan portofolio ini sejalan dengan upaya negara dalam transisi energi global.
Peran gold emas sebagai motor pendapatan margin semakin terlihat kuat. Perubahan harga emas yang lebih tinggi membantu MDKA menyeimbangkan biaya produksi dan investasi di tambang, sekaligus meningkatkan top line di segmen emas. Keberlanjutan proyek TB Gold dan Pani diharapkan menambah dukungan kinerja sepanjang 2026.
Progres studi kelayakan untuk Proyek Tembaga Tujuh Bukit terus berjalan sepanjang 2025, berfokus pada rencana tambang terintegrasi, program metalurgi, dan pengoptimalan proses. RKAB dan perencanaan kapasitas masih menanti persetujuan, namun jalur pengembangan jangka panjang tetap on track dengan jalur produksi emas yang berkelanjutan. Secara keseluruhan, MDKA melihat Array peluang bagi investor untuk mengeksplorasi portofolio logam beragam.
Namun bukan tanpa risiko: volatilitas harga logam, dinamika harga energi, dan perubahan kebijakan menambah tantangan bagi portofolio MDKA. MDKA merespons dengan strategi portofolio terdiversifikasi serta peningkatan efisiensi operasional, menambah Array kebijakan untuk menghadapi berbagai skenario pasar. Investasi berkelanjutan dan transparansi pelaporan menjadi bagian dari rencana menghadapi volatilitas.
Segmen operasional menghadapi biaya transportasi, kendali umur tambang, dan kebutuhan RKAB untuk memperpanjang umur tambang. MDKA menekankan pentingnya kolaborasi dengan pemerintah dan pemangku kepentingan untuk menjaga kelangsungan produksi. Upaya ekspansi di tambang Emas Pani dan TB Gold diharapkan menjadi pilar pendapatan di masa depan.
Hingga akhirnya, prospek gold emas tetap menjadi fokus utama para investor, karena logam kuning ini memiliki potensi pendapatan jangka panjang meskipun volatilitas pasar. MDKA berupaya menjaga keseimbangan portofolio melalui investasi strategis di pertambangan emas serta inisiatif transisi energi yang menambah nilai bagi perusahaan. Dengan demikian, rekomendasi pada saat ini adalah tetap memantau dinamika harga emas dan memanfaatkan momentum yang ditawarkan oleh MDKA.