Pertumbuhan kinerja MIDI untuk tahun 2025 menampilkan momentum positif yang layak diikuti para investor. Laba bersih perusahaan melonjak menjadi Rp722,49 miliar, naik 62,4% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. Angka ini mencerminkan perbaikan operasional serta respons yang lebih efisien terhadap dinamika pasar ritel domestik. Cetro Trading Insight menilai perkembangan ini menambah keyakinan terhadap strategi ritel jangka menengah MIDI.
Pendapatan MIDI tembus Rp20,64 triliun pada 2025, tumbuh 3,84% dari Rp19,88 triliun tahun sebelumnya. Meski beban pokok pendapatan meningkat menjadi Rp15,24 triliun dari Rp14,65 triliun, laba usaha justru naik menjadi Rp967 miliar dari Rp719 miliar. Peningkatan laba ini menunjukkan adanya efisiensi operasional dan manajemen biaya yang berhasil mengimbangi tekanan biaya pokok.
Beban penjualan dan distribusi turun menjadi Rp4,1 triliun, sementara beban umum dan administrasi berkurang menjadi Rp447 miliar. Penghasilan lainnya juga turun menjadi Rp230 miliar. Kombinasi faktor-faktor ini memberikan kontribusi pada margin operasional yang lebih sehat dan menambah fondasi bagi ekspansi bisnis di tahun-tahun mendatang. Secara keseluruhan, kinerja 2025 menunjukkan fondasi finansial yang lebih kuat bagi pertumbuhan MIDI ke depan.
Untuk menilai kerangka neraca, total aset MIDI menunjukkan posisi yang kokoh dengan angka Rp9,12 triliun per 31 Desember 2025, naik dari Rp8,73 triliun pada periode sebelumnya. Pertumbuhan aset ini didorong oleh peningkatan nilai aset lancar dan non-lancar sejalan dengan ekspansi jaringan gerai serta peningkatan kapasitas operasional. Secara keseluruhan, struktur aset menunjukkan landasan yang kuat bagi kapasitas pertumbuhan di masa depan.
Liabilitas perseroan naik menjadi Rp4,5 triliun dari Rp4,44 triliun, sementara ekuitas meningkat menjadi Rp4,54 triliun dari Rp4,29 triliun. Peningkatan kedua komponen menandakan perbaikan keseimbangan antara kewajiban dan modal sendiri, meski perusahaan terus menambah investasi untuk ekspansi dan peningkatan layanan. Hal ini memberi sinyal bahwa MIDI berupaya mempertahankan profil leverage yang sehat sambil menjaga likuiditas untuk ekspansi.
Hingga Maret 2025, jumlah gerai perseroan mencapai 2.832 unit, bertambah 23 gerai. Rinciannya adalah 2.397 Alfamidi, 68 Alfamidi Super, 4 Midi Fresh, dan 363 Lawson. Ekspansi jaringan ini menegaskan fokus MIDI pada kanal distribusi multi-brand yang dapat meningkatkan penetrasi pasar. Ke depan, pertumbuhan gerai diperkirakan akan berkontribusi pada ketersediaan produk dan dinamika persaingan di sektor ritel nasional.