Minyak Brent Menguat Tipis di Tengah Ketegangan Pasokan Global dan Negosiasi Iran-AS | Cetro Trading Insight

Minyak Brent Menguat Tipis di Tengah Ketegangan Pasokan Global dan Negosiasi Iran-AS | Cetro Trading Insight

Signal BR/ENTBUY
Open94.930
TP97.080
SL93.500
trading sekarang

Minyak Brent menguat tipis di tengah gemuruh gejolak geopolitik dan negosiasi intens antara AS dan Iran, membuat pasar energi menahan napas sambil menimbang risiko lanjutan gangguan pasokan. Analisis harian dari Cetro Trading Insight menegaskan bahwa dinamika ini mencerminkan pertemuan antara ketegangan politik dan upaya menjaga pasokan tetap stabil. Investor di pasar energi menilai peluang kompromi diplomatik bisa mengurangi volatilitas dalam beberapa pekan mendatang.

Iran dikabarkan sedang mempertimbangkan izin kapal berlayar melalui sisi Oman di Selat Hormuz tanpa risiko serangan, sebagai bagian dari negosiasi untuk mencegah konflik baru. Langkah ini muncul meski beban sanksi dan kendali aliran minyak tetap menjadi faktor penentu. Jika disetujui, arus pasokan bisa lebih lancar meski risiko geopolitik belum sepenuhnya mereda.

Brent ditutup di USD94,93 per barel, naik tipis 0,1 persen, sementara WTI AS terapresiasi 0,01 dolar menjadi USD91,29 per barel. Pasar juga mencatat bahwa sekitar 20 persen pengiriman minyak dan LNG global sebelumnya terdampak oleh penutupan Selat Hormuz, meski arus pelayaran mulai pulih dari level terendah. Garda Revolusi Iran menunjukkan kemampuan untuk memblokir arus, sehingga pasar tetap waspada terhadap potensi gangguan di masa mendatang.

Analis menilai pasar minyak tidak lagi bergantung pada skenario gangguan total meski premi risiko tetap ada. Kondisi ini mencerminkan pergeseran fokus ke dinamika fundamental, yakni keseimbangan antara persediaan, permintaan, dan kebijakan perdagangan. Cetro Trading Insight menekankan bahwa pergerakan harga sekarang lebih sensitif terhadap data ekonomi dan berita diplomatik daripada kejutan teknis semata.

Data pelacakan terbaru dari Kpler menunjukkan jumlah kapal tanker yang melintasi Selat Hormuz mulai meningkat, meski level keseluruhan tetap jauh di bawah normal. Total kehilangan pasokan minyak mentah dan kondensat dari Timur Tengah telah mencapai sekitar 496 juta barel hingga saat ini. Sinyal ini menambah nuansa bullish sedang pada minyak global asalkan risiko geopolitik tidak memburuk lagi.

Di sisi kebijakan, pemerintah AS menyatakan tidak akan memperpanjang pengecualian pembelian sebagian minyak Iran dan Rusia tanpa terkena sanksi. Langkah ini berpotensi menambah tekanan pada pasokan jika implementasinya memperberat aliran keluar minyak dari wilayah tersebut. Pasar menilai arah kebijakan fiskal dan perdagangan akan menjadi pendorong utama sentimen trader dalam beberapa pekan mendatang.

Laporan Badan Informasi Energi AS EIA menunjukkan penarikan persediaan minyak AS sebesar 0,9 juta barel untuk pekan yang berakhir 10 April, mendukung sisi pasokan yang lebih ketat meski estimasi analis beragam. Angka ini kontradiktif dengan ekspektasi survei Reuters yang memperkirakan kenaikan 0,15 juta barel serta lonjakan stok sebesar 6,1 juta barel menurut API sehari sebelumnya. Kondisi ini menunjukkan bahwa dinamika permintaan terhadap pasokan masih berdenyut kuat di berbagai segmen pasar.

Analitis dari Gelber & Associates menekankan bahwa pemulihan arus pasokan belum merata, sehingga pasar perlu menimbang data mingguan untuk arah jangka pendek. Ketidakpastian geopolitik dan fluktuasi permintaan musiman menambah volatilitas harga, meski tren jangka menengah cenderung moderat bila data persediaan mendukung. Investor disarankan menjaga fokus pada keseimbangan antara produksi, penyimpanan, dan kebijakan negara-negara konsumen utama.

Secara praktis bagi trader, rekomendasi saat ini adalah mengelola risiko dengan ketat dan menggunakan level harga sebagai acuan peluang. Sinyal yang konsisten dengan open 94,93, tp 97,08, dan sl 93,50 adalah buy dengan rasio risiko/imbalan sekitar 1:1,5. Cetro Trading Insight menekankan bahwa keputusan trading perlu dikaitkan dengan data persediaan mingguan dan perkembangan negosiasi antara pihak terkait.

broker terbaik indonesia