Minyak Brent Stabil di Tengah Ketegangan AS-Iran & Proyeksi Pasokan Global: Analisa Cetro Trading Insight

Minyak Brent Stabil di Tengah Ketegangan AS-Iran & Proyeksi Pasokan Global: Analisa Cetro Trading Insight

Signal BR/ENTBUY
Open72.920
TP78.000
SL70.000
trading sekarang

Harga minyak bergerak relatif stabil pada perdagangan Selasa, meskipun mencatat penurunan bulanan dan kuartalan terbesar sejak awal pandemi. Pasar kembali dihadapkan pada faktor geopolitik dan dinamika pasokan yang kian kompleks, sehingga volatilitas tetap menjadi ciri utama sesi ini. Brent turun 0,3 persen menjadi USD72.92 per barel, sedangkan WTI melemah 1,8 persen menjadi USD69.50 per barel. Kondisi ini menandai keseimbangan rapuh di pasar minyak yang sensitif terhadap berita regional dan indikator produksi global.

Investor menilai kemungkinan pertemuan antara Amerika Serikat dan Iran di Doha, seiring upaya gencatan senjata sementara yang rapuh. Berita-berita tentang jalur pasokan di wilayah Hormuz juga menjadi fokus utama, karena potensi perubahan aliran minyak dapat memicu pergeseran harga secara cepat. Ketidakpastian ini mendorong para pelaku pasar untuk mempertimbangkan berbagai skenario permintaan dan penawaran di jangka pendek.

Kontrak berjangka Brent untuk pengiriman Agustus berakhir pada Selasa dan digantikan oleh kontrak September yang diperdagangkan di kisaran USD73.31 per barel. Kedua harga acuan tersebut tidak jauh dari level perdagangan pada 27 Februari, sehari sebelum eskalasi konflik AS-Israel terhadap Iran dimulai. Analis UBS menilai bahwa kapal-kapal yang sebelumnya terhambat akhirnya mulai kembali beroperasi, menambah pasokan sementara ke pasar. Penilaian ini menambah gambaran bahwa pasar sedang menimbang risiko pasokan terhadap potensi permintaan mendatang.

InstrumenHargaKeterangan
Brent (Agustus)72.92 USDTurun 0.3%
WTI (April)69.50 USDMelemah 1.8%

Cetro Trading Insight menilai ada potensi surplus pasokan minyak global yang bisa mencapai sekitar 4.8 juta barel per hari pada 2027, menambah beban pada harga minyak. Meski permintaan tetap dipengaruhi dinamika ekonomi global, proyeksi kelebihan pasokan ini menambah tekanan bagi upaya pemulihan harga. Morgan Stanley juga menyoroti bahwa ketidakseimbangan neraca pasokan dapat membatasi rebound harga dalam jangka menengah.

Di Doha, kedatangan utusan AS tidak menjamin pertemuan tingkat tinggi dengan Iran, yang memperbesar ketidakpastian terhadap upaya mencapai gencatan senjata permanen dan pembukaan jalur Hormuz secara penuh. Seorang pejabat Qatar menyampaikan bahwa pembicaraan teknis akan digelar terlebih dahulu untuk membahas isu keamanan regional sebelum meningkat ke tahap negosiasi tingkat lanjut.

Penurunan harga minyak digambarkan sebagai fenomena teknikal dengan Brent berada dalam fase jenuh jual sepanjang 13 hari dan WTI selama 11 hari. Secara kuartal II, Brent turun sekitar 38 persen setelah lonjakan 94 persen pada kuartal I, menandai periode volatilitas ekstrem. Sambil menunggu data produksi AS sebagai indikator arah pasokan, pasar tetap mencermati dinamika permintaan global yang menjadi kunci bagi outlook minyak di masa mendatang.

banner footer