Minyak Dunia Tergerus Setelah Negosiasi AS-Iran, Pasokan Global Dipantau Ketat

Minyak Dunia Tergerus Setelah Negosiasi AS-Iran, Pasokan Global Dipantau Ketat

trading sekarang

Harga minyak dunia ditutup melemah, menandai sesi perdagangan penuh gejolak karena investor menimbang lanjutan perundingan antara AS dan Iran terkait program nuklir. Pergerakan harga sepanjang hari mencerminkan kekhawatiran bahwa eskalasi bisa mengganggu pasokan dari wilayah utama penghasil minyak. Para analis mencoba membaca sinyal dari dinamika negosiasi untuk memahami arah kebijakan sanksi dan ekspor minyak di masa depan. Forum analisis di Cetro Trading Insight menekankan bahwa volatilitas ini adalah bagian dari proses penyeimbangan risiko geopolitik dengan realitas pasar fisik.

Brent futures ditutup turun 0.14% menjadi 70.75 USD per barel, sementara WTI turun 0.32% menjadi 65.21 USD per barel. Angka-angka tersebut mencerminkan respons pasar yang relatif tipis terhadap perkembangan diplomatik yang masih bergerak. Para pelaku pasar menilai bahwa perubahan fundamental relatif minim saat ini, sehingga fluktuasi lebih dipicu oleh sentimen jangka pendek.

Pembicaraan tidak langsung di Jenewa pada Kamis memperpanjang volatilitas sambil menunjukkan upaya kedua negara untuk menahan eskalasi. Menurut Janiv Shah, Wakil Presiden Analis Minyak di Rystad Energy, dialog tersebut menandai langkah serius meskipun masih ada unsur yang menunda kesepakatan. Dari sisi pasar, publikasi ini dianggap menambah ketenangan sementara karena kedua pihak sepakat melanjutkan pembicaraan pekan depan.

Di tengah dinamika diplomatik, harga minyak sempat melonjak lebih dari satu dolar per barel ketika laporan media menyebut jalan buntu negosiasi akibat tekanan AS agar Iran menghentikan pengayaan uranium secara penuh. Lonjakan itu hanya bersifat sementara dan kemudian tertahan oleh ekspektasi bahwa jalannya pembicaraan tetap terbuka. Cetro Trading Insight menilai respons pasar lebih banyak dipicu oleh sentimen ketimbang perubahan fundamental mendasar.

Namun harga kemudian terkoreksi setelah kedua negara sepakat memperpanjang pembicaraan hingga pekan depan, sehingga potensi serangan di wilayah kritis berkurang untuk saat ini. Analisis teknikal menunjukkan volatilitas masih tinggi meski arah jangka menengah tampak tetap tipis ke bawah. Investor menimbang bahwa eskalasi geopolitik dapat mereda jika dialog terus berlanjut tanpa gangguan militer.

Menteri Luar Negeri Oman menyatakan kemajuan signifikan dalam perundingan, menambah optimisme pasar. Sinyal tersebut menggugah pandangan bahwa sanksi dan mekanisme pelonggaran bisa dinegosiasikan tanpa gangguan besar pada produksi. Secara near-term, analisis pasar menunjukkan pasokan minyak masih berlimah, dengan OPEC+ kemungkinan menambah produksi pada April dan Iran mempercepat ekspor, sehingga tekanan harga bisa berkurang meskipun risiko geopolitik tetap ada.

broker terbaik indonesia