
Analisis dari ING Francesco Pesole menunjukkan volatilitas upside pada harga minyak yang sangat terbatas meski negosiasi AS-Iran belum membuahkan kemajuan. Kondisi itu membatasi potensi lonjakan dolar meski backdrop makro terlihat lebih kuat dan ekspektasi The Fed cenderung lebih hawkish. Cetro Trading Insight menilai dinamika ini mencerminkan keseimbangan risiko geopolitik dengan sentimen pasar yang belum memberi sinyal arah tegas.
Brent belum kembali mendekati level 100 dolar per barel, dan fenomena ini membingungkan sebagian pelaku pasar. Semakin lama gangguan pasokan berlangsung, secara logika tekanan kenaikan minyak seharusnya menguat, namun optimisme terhadap perdamaian global tampaknya menahan pergerakan ke atas. Akibatnya, dolar juga cenderung mempertahankan momentumnya dalam gambaran makro yang lebih kuat secara luas.
Pelaku pasar menantikan laporan pekerjaan AS untuk Mei sebagai katalis tambahan. Payrolls diperkirakan sedikit di atas konsensus, sekitar 100 ribu pekerjaan, dengan tingkat pengangguran stabil di 4,3 persen. Angka ini berpotensi mendorong pasar untuk memperhitungkan kenaikan suku bunga The Fed pada tahun ini, sehingga bisa memberikan dukungan bagi dolar meskipun dinamika minyak tetap rentan.
Data nonfarm payrolls Mei diperkirakan menunjukkan pertumbuhan yang solid, sedikit di atas konsensus. Jika payrolls menunjukkan angka sekitar 100 ribu dengan pengangguran 4,3 persen, pasar bisa memperluas harga untuk harga suku bunga Fed sekitar 17 basis poin pada akhir periode. Hasilnya bisa mengangkat dolar dalam beberapa hari ke depan.
Pergerakan harga minyak lebih dipengaruhi oleh dinamika kebijakan dan potensi perdamaian di Teluk, bukan semata angka pekerjaan. Perubahan kecil pada ekspektasi kenaikan suku bunga dapat mengubah aliran modal dan membuat volatilitas minyak serta kurs mata uang menjadi lebih responsif terhadap berita regional dan data ekonomi.
Jika angka Mei memenuhi atau melampaui ekspektasi, sikap hawkish pasar bisa menguat dengan cepat, sambil menimbang dampak terhadap harga minyak. Sementara itu, berita terkait Gulf atau progres damai akan menjadi faktor penentu bagi arah dolar dan Brent. Analisis ini dirangkum oleh Cetro Trading Insight.
Volatilitas minyak yang terjaga relatif rendah memberi ruang bagi trader untuk menyusun potensi peluang tanpa risiko besar. Meski demikian, dinamika dolar tetap ditopang oleh perubahan outlook kebijakan moneter dan perkembangan data ketenagakerjaan, sehingga sinyal trading yang jelas belum muncul.
Pasar perlu memantau dua motor utama: (1) progres negosiasi regional terkait pasokan minyak, dan (2) pernyataan kebijakan The Fed yang menyingkap jalur suku bunga. Ketika kedua faktor ini sejalan, minyak dan dolar cenderung stabil; sebaliknya, volatilitas bisa kembali meningkat.
Menurut Cetro Trading Insight, saran trading saat ini adalah berhati-hati karena sinyal teknikal belum menampilkan pola yang jelas. Karena instrumen yang dibahas tidak memberikan konfirmasi sinyal beli atau jual, rekomendasi tetap pada sisi "no" dengan fokus pada manajemen risiko dan pemantauan rilis data berikutnya.