
Konsensus pasar menunjukkan bahwa pelonggaran tekanan inflasi dan data AS yang lebih lemah menekan ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed untuk 2026. Indeks dolar DXY melemah tipis sementara imbal hasil Treasuri menurun, menandai pergeseran sentimen ke arah kebijakan yang lebih dovish. Laporan ini disusun ulang oleh Cetro Trading Insight untuk memudahkan pembaca memahami dinamika tersebut.
Tim analis Deutsche Bank memperkirakan bahwa rilis payroll May akan lebih lemah dari konsensus namun tetap positif secara keseluruhan. Data tenaga kerja yang lebih lemah dari ekspektasi menguatkan nuansa penurunan risiko bagi pasar obligasi dan memperlambat pembentukan peluang kenaikan suku bunga. Penilaian ini menambah landasan bagi pedagang untuk menimbang skenario kehati-hatian di sisa tahun.
Seiring data AS berlanjut menunjukkan pelemahan tertentu, peluang untuk kenaikan kebijakan Fed di masa depan merosot. Probabilitas kenaikan pada bulan Desember turun menjadi sekitar 68 persen pada penutupan sesi, dibandingkan dengan 81 persen sehari sebelumnya. Analisis ini menekankan bagaimana data inflasi dan pekerjaan membentuk pola kebijakan jangka panjang di pasar finansial.
Kebijakan moneter AS yang lebih longgar semakin terlihat, karena data yang lebih lemah memberi ruang bagi pasar untuk membesarkan ekspektasi terhadap perlambatan kenaikan suku bunga. DXY pun terpantau melemah, menandakan sinyal positif bagi beberapa pasangan mata uang utama. Dari sudut pandang akademik, pergerakan ini juga mengundang pedagang untuk menilai arah risiko pada aset berisiko.
Klaim pengangguran mingguan dilaporkan naik menjadi 225 ribu pada minggu yang berakhir 30 Mei, lebih tinggi dari 215 ribu yang diperkirakan. Meskipun libur Memorial Day berpotensi menambah volatilitas, rata-rata 4 minggu mencapai level tertinggi 214.75 ribu, menambah tanda bahwa tenaga kerja sedang melambat. Data saat ini menjaga dinamika input tenaga kerja sebagai fokus utama bagi para pembuat kebijakan.
Menjelang rilis payroll May pukul 13:30 waktu London, para ekonom menilai payrolls mungkin berada di sekitar +50 ribu (konvensi +88 ribu). Tingkat pengangguran diperkirakan bertahan di sekitar 4.3 persen. Hasil rilis ini akan menjadi kunci untuk menilai arah kebijakan Fed dan memberi pedagang arah untuk trimester berikutnya.
Dari perspektif pasar, narasi bahwa dolar berpotensi melemah dapat membantu beberapa pasangan utama meraih tekanan pembalikan. Namun ketidakpastian tetap tinggi menjelang laporan data berikutnya, sehingga kesiapan untuk manuver risk-aware tetap diperlukan. Para investor perlu memantau respons imbal hasil obligasi AS terhadap berita ekonomi untuk memahami dinamika kebijakan di sisa 2026.
Beralih ke EURUSD, sejumlah analis melihat peluang menguat jika dolar terus melemah, meski volatilitas bisa meningkat ketika data ekonomi rilis mendekat. Pergerakan harga akan sangat bergantung pada bagaimana data tenaga kerja dan inflation data saling melengkapi. Dalam konteks ini, EURUSD bisa menjadi fokus utama bagi trader yang mencari konvergensi antara faktor fundamental dan aliran likuiditas.
Sebagai pedoman, pedagang disarankan memantau faktor-faktor seperti pergerakan imbal hasil obligasi AS, pernyataan kebijakan Fed, dan reaksi pasar terhadap rilis payroll May. Meskipun prospeknya tampak positif bagi EURUSD, risiko volatilitas tetap ada. Laporan dari Cetro Trading Insight menekankan manajemen risiko yang cermat dan penetapan level exit yang realistis.