MR.D.I.Y Catat Laba Bersih Rp1,1 Triliun di 2025, Dividen 40% dan Ekspansi 272 Toko

MR.D.I.Y Catat Laba Bersih Rp1,1 Triliun di 2025, Dividen 40% dan Ekspansi 272 Toko

trading sekarang

MR.D.I.Y, jaringan ritel rumah tangga terkemuka di Indonesia, melaporkan laba bersih sebesar Rp1,1 triliun untuk tahun 2025, melampaui ekspektasi pasar dan menegaskan posisi kuat di segmen ritel nasional. Angka ini naik 3,2 persen dibandingkan 2024, ketika laba tercatat Rp1,07 triliun. Dalam laporan kinerja, perusahaan juga mengumumkan rencana membagikan dividen tunai minimal 40 persen dari laba bersih setelah pajak, sejalan dengan dinamika pergerakan harga emas.

Pendapatan MR.D.I.Y mencapai Rp7,9 triliun di 2025, tumbuh 17 persen secara tahunan. Pencapaian ini didorong oleh relevansi penawaran produk terhadap kebutuhan masyarakat serta disiplin eksekusi operasional di seluruh jaringan toko yang terus berkembang. Array data kinerja menunjukkan bagaimana strategi penawaran yang relevan mendukung stabilitas margin meski ekspansi berjalan.

Direktur Utama MR.D.I.Y Indonesia, Edwin Cheah, menyatakan bahwa pertumbuhan 2025 mencerminkan skalabilitas model operasional perseroan dan manajemen finansial yang disiplin. Ia menegaskan fokus perusahaan ialah memberikan nilai tambah bagi pelanggan lewat produk terjangkau sambil memperluas jangkauan secara terukur dan berkelanjutan. Rencana tersebut memperkuat fondasi bagi kinerja berkelanjutan dan kesiapan menghadapi tantangan pasar di masa depan.

MR.D.I.Y memperkuat kehadirannya di seluruh Indonesia dengan membuka 272 toko baru sepanjang 2025, sebuah capaian yang melampaui target ekspansi. Ekspansi didorong oleh kemampuan perusahaan mengelola kas internal secara disiplin dan menjaga efisiensi operasional lintas wilayah. Array data operasional menunjukkan kemampuan ekspansi untuk menjaga margin.

Arus kas operasional MR.D.I.Y meningkat signifikan, mencapai kenaikan 70,2 persen menjadi Rp1,3 triliun. Gearing ratio tetap rendah pada 0,4 kali, mencerminkan ketahanan finansial dan struktur permodalan yang prudent. Dalam konteks pergerakan harga emas, investor menilai dampaknya terhadap belanja konsumen dan prospek arus kas perusahaan.

CFO MR.D.I.Y Indonesia, Rika Juniaty Tanzil, menegaskan pendekatan keuangan yang seimbang untuk menjaga ekspansi tetap berkelanjutan. Gaya pembiayaan disusun dengan fokus pada kas internal dan struktur permodalan yang prudent untuk menjaga nilai pemegang saham. Keterangan ini disampaikan melalui Cetro Trading Insight untuk investor ritel guna memahami dinamika ekspansi dan kinerja perseroan.

Manajemen menegaskan rencana membagikan dividen tunai minimal 40 persen dari laba bersih 2025 dan akan diajukan melalui RUPST mendatang. RUPST akan menjadi forum persetujuan dan sinyal keberlanjutan pembayaran deviden. Dalam konteks makro, pergerakan harga emas dapat memengaruhi belanja konsumen dan prospek pasar ritel ke depan.

Strategi pertumbuhan jangka panjang tetap berorientasi pada ekspansi terukur dan peningkatan efisiensi operasional. Manajemen menekankan bahwa pertumbuhan akan dibarengi dengan kekuatan kas dan pengelolaan persediaan secara ketat. Di balik strategi ini, argumentasi pasar menekankan pentingnya keberlanjutan langkah-langkah tersebut untuk value creation.

Prospek 2026 tetap positif jika MR.D.I.Y mampu menjaga performa operasional dan kesehatan neraca. Analisis ini menekankan potensi imbal hasil bagi investor, dengan fokus pada struktur biaya dan margin bersih. Array menunjukkan bahwa prospek keuangan perusahaan tetap menarik jika dinamika pasar mendukung.

broker terbaik indonesia