MR DIY Indonesia mengguncang pasar ritel dengan laporan laba bersih Rp306,5 miliar untuk kuartal pertama 2026, lonjakan 35,5% dibanding periode yang sama tahun lalu. Angka tersebut menandai start kuat pada 2026 dan menunjukkan bahwa model nilai harian perusahaan tetap relevan di tengah dinamika ekonomi. Pertumbuhan ini menjadi sinyal positif bagi investor yang mencari eksposur pada ritel kebutuhan sehari-hari yang terjangkau.
Dalam periode yang sama, MR DIY mencatat pendapatan Rp2,4 triliun, tumbuh sekitar 31% secara tahunan dibanding Rp1,81 triliun pada periode sebelumnya. Pertumbuhan pendapatan ini didorong oleh ekspansi toko dan peningkatan efisiensi rantai pasok yang mendukung margin, sementara analisis ini disusun oleh Cetro Trading Insight sebagai liputan pasar terkini.
Direktur Utama MR DIY Indonesia Edwin Cheah menyampaikan bahwa perseroan membuka 56 toko baru selama kuartal tersebut, menjadikan total jaringan toko mencapai 1.278 lokasi di seluruh Indonesia. Ekspansi ini dipandang sebagai bukti kemampuan MRDIY untuk meningkatkan aksesibilitas dan skala operasionalnya di berbagai kondisi pasar di Indonesia.
Edwin Cheah menyampaikan bahwa model bisnis MR DIY didorong oleh proposisi 'Everyday Value' yang selaras dengan perubahan perilaku konsumen. Di tengah dinamika makroekonomi, masyarakat cenderung lebih selektif dan fokus pada nilai kebutuhannya, sehingga MRDIY berupaya memenuhi kebutuhan tersebut dengan penawaran produk yang relevan.
Perseroan juga berkomitmen pada pembaruan toko dan seleksi produk yang lebih tajam, termasuk menampilkan rangkaian barang yang relevan untuk momentum budaya seperti Ramadan dan Idulfitri. Inisiatif ini diharapkan meningkatkan pengalaman berbelanja melalui tata letak toko yang lebih menarik dan mudah dinavigasi oleh pelanggan.
Rika Juniaty Tanzil, Direktur/Chief Financial Officer MR DIY Indonesia, menegaskan bahwa kinerja kuartal I-2026 tidak hanya terlihat dari pendapatan dan laba, tetapi juga dari kualitas fundamental bisnis. Rasio gearing yang tercatat sekitar 0,3x YoY menunjukkan neraca keuangan yang lebih kuat meskipun perusahaan terus ber-investasi untuk ekspansi toko.
Manajemen menegaskan bahwa ruang ekspansi masih sangat besar, dengan penetrasi ritel modern di kota tier 2 dan 3 yang relatif rendah dan permintaan produk rumah tangga yang terjangkau terus meningkat. Pertumbuhan ini dipandang sebagai peluang bagi MR DIY untuk memperluas jangkauan layanan dan meningkatkan kontribusi terhadap kesejahteraan keluarga Indonesia.
CEO menyoroti bahwa strategi ekspansi didesain untuk menjaga keseimbangan antara pertumbuhan pendapatan dan disiplin keuangan. Upaya peningkatan efisiensi operasional dan kurasi produk tetap menjadi fokus utama untuk menjaga margin sambil mempertegas posisi MR DIY sebagai peritel kebutuhan sehari-hari terdepan.
Dengan fondasi keuangan yang kuat dan model operasional yang terbukti, MR DIY melihat peluang jangka panjang untuk meningkatkan aksesibilitas produk rumah tangga berkualitas ke lebih banyak daerah di Indonesia serta memperkuat nilai bagi pemegang saham dan konsumen setia.