
PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk (MTEL) menegaskan arah kebijakan dengan menyelesaikan buyback terhadap pemegang saham yang tidak menyetujui merger antara Persada Sokka Tama dan Ultra Mandiri Telekomunikasi. Harga pembelian kembali ditetapkan Rp515 per saham, mengikuti penutupan harga MTEL pada 8 Mei 2026. Dalam konteks volatilitas global, harga emas dunia saat ini sering dijadikan barometer risiko, meski fokus MTEL tetap pada transparansi kepemilikan dan peningkatan nilai pemegang saham. Array
Jumlah saham yang menolak merger mencapai 71.218.900 lembar. MTEL melaksanakan pembelian kembali sebanyak 69.777.200 saham selama periode 3-10 Juli 2026. Dengan harga Rp515 per saham, nilai bruto buyback mencapai sekitar Rp35,94 miliar, dan penyelesaian pembayaran kepada pemegang hak telah dilakukan pada 17 Juli 2026.
Manajemen MTEL menekankan bahwa tindakan buyback tidak mengubah operasi, struktur kepemilikan, maupun kendali perseroan. Transaksi ini tidak memberikan dampak material terhadap aspek hukum, keuangan, maupun kelangsungan usaha perseroan. Merger akan membuat MTEL menjadi surviving entity, sementara PT Persada Sokka Tama dan PT Ultra Mandiri Telekomunikasi akan melebur ke MTEL dan laporan keuangan kedua pihak telah dikonsolidasikan sebelumnya, sehingga tidak ada dilusi bagi pemegang saham.
Dalam skema merger, MTEL akan menjadi entitas penerima penggabungan (surviving entity), sedangkan Persada Sokka Tama dan Ultra Mandiri Telekomunikasi akan melebur ke dalam MTEL. Kedua perusahaan telah dimiliki 100 persen dan laporan keuangannya telah dikonsolidasikan ke MTEL, sehingga penggabungan tidak menimbulkan dilusi kepemilikan maupun perubahan pengendali.
Array Dalam konteks dinamika harga emas dunia saat ini, investor memperhatikan bagaimana langkah ini menambah kekuatan neraca MTEL. PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) tetap menjadi pemegang saham pengendali dengan kepemilikan 71,83 persen di MTEL. Selain itu, seluruh aset dan liabilitas PT Persada Sokka Tama maupun PT Ultra Mandiri Telekomunikasi akan beralih ke MTEL sesuai ketentuan yang berlaku.
TLKM sebagai pemegang saham pengendali menegaskan komitmen untuk menjaga stabilitas perseroan di tengah konsolidasi. Dengan merger ini, MTEL diharapkan dapat meningkatkan kapasitas operasional tanpa mengubah kontrol inti, sambil menilai sinergi antara unit usaha yang bergabung.
Secara operasional, MTEL menegaskan bahwa integrasi kedua anak usaha tidak mengubah fokus bisnis inti perusahaan. Aset dan liabilitas yang terkait akan dialihkan ke MTEL sesuai ketentuan, memungkinkan consolidasi sistem, jaringan, dan proses pelaporan. Manajemen menilai langkah ini sebagai fondasi untuk menjaga kelangsungan usaha dan layanan bagi pelanggan.
Pengumuman ini juga menekankan bahwa struktur kepemilikan akan tetap stabil, dengan TLKM mempertahankan kendali di level induk. Regulasi terkait merger telah mendapat pembaruan informasi kepada BEI, dan proses integrasi dipantau untuk mencegah potensi risiko operasional.
Dalam konteks risiko dan peluang, harga emas dunia saat ini tetap menjadi indikator volatilitas pasar global, namun MTEL fokus pada sinergi jangka menengah serta perlindungan nilai pemegang saham. Perubahan kepemilikan diperkirakan tidak signifikan dalam waktu dekat, dan proses integrasi diharapkan membawa manfaat bagi likuiditas serta kapasitas infrastruktur. Array