Data perdagangan bulan Desember akan dirilis pada Kamis pukul 00:30 GMT. Surplus diprakirakan melebar menjadi 3,300 juta MoM dibandingkan dengan 2,936 juta pada bulan November. Angka ini berfungsi sebagai indikator awal terhadap kinerja ekspor bersih negara dan memberikan gambaran arah perdagangan luar negeri Australia. Hal ini juga mencerminkan seberapa kuat ekspor Australia bertahan di tengah dinamika permintaan global yang berubah-ubah.
Secara historis neraca perdagangan mencerminkan kemampuan negara menghasilkan ekspor lebih banyak daripada impor. Ketika permintaan global terhadap ekspor Australia stabil, hal itu berpotensi mendorong ekspor bersih ke jalur yang lebih positif. Banyak analis melihat rilis Desember sebagai tolok ukur bagi prospek ekspor dan pertumbuhan ekonomi jangka pendek, sehingga investor menaruh perhatian pada angka ini sebagai sinyal arah bagi AUD.
Dalam konteks pasar, keluaran data yang lebih baik dari ekspektasi cenderung memperkuat mata uang nasional. Untuk AUD, lonjakan surplus bisa mendorong perbaikan sentiment pasar dan mengangkat kurs AUD versus USD, terutama jika faktor eksternal juga mendukung kebijakan moneter negara. Namun, investor tetap memperhatikan volatilitas jangka pendek akibat dinamika suku bunga dan risiko eksternal lainnya.
AUD/USD telah menampilkan tekanan negatif menjelang rilis data perdagangan Australia. Pergerakannya terkesan melemah seiring penguatan dolar AS akibat perubahan ekspektasi kebijakan The Fed setelah nominasi Kevin Warsh sebagai ketua bank sentral minggu lalu. Kondisi ini menambah tekanan pada pasangan mata uang tersebut meskipun terdapat dukungan dari neraca perdagangan.
Jika data Desember ternyata lebih baik dari prediksi, AUD berpotensi menguat terhadap USD. Level teknikal utama menunjukkan batasan di 0,7050 sebagai resisten pertama, diikuti 0,7094 sebagai resistensi kedua, dan target lebih tinggi di sekitar 0,7142 jika momentum berlanjut. Traders memperhatikan skenario bullish yang bisa memicu pergerakan lebih lanjut ke zona resistance berikutnya.
Sementara itu, skenario downside tetap relevan jika data mengecewakan atau terjadi gesekan lain pada kebijakan moneter. Support kunci terlihat di sekitar 0,6945, dengan kemungkinan turun lebih lanjut menuju 0,6906 jika tekanan berlanjut. Break di level terendah sebelumnya di 0,6834 juga diperhitungkan sebagai potensi zona retest bagi pelaku pasar.
Dari sisi teknis, pergerakan AUDUSD dipengaruhi oleh perbedaan sikap kebijakan dan dinamika permintaan ekspor. Para trader akan mengamati bagaimana data Desember membentuk kisaran untuk peluang beli atau jual, terutama jika perdagangan luar negeri Australia menunjukkan kekuatan yang berkelanjutan. Analisis ini disusun untuk membantu pembaca memahami risiko dan peluang dalam konteks ekonomi nyata.
Nilai-nilai level yang disebutkan sebelumnya memberikan peta bagi pelaku pasar untuk merencanakan entri dan keluar. Meskipun rilis data bisa menambah volatilitas, para analis tetap menilai bahwa keseimbangan antara permintaan ekspor dan dinamika harga akan membentuk arah AUD dalam beberapa minggu mendatang. Cetro Trading Insight menekankan pentingnya konteks makro dan faktor kebijakan moneter global dalam interpretasi data ini.
Secara umum, rekomendasi berikut ini berlaku jika data menunjukkan kejutan saat rilis. Meskipun belum ada sinyal formal, investor disarankan untuk menimbang proyeksi jangka menengah. Risiko terhadap strategi apa pun tetap dipertimbangkan, karena volatilitas mata uang bisa meningkat segera setelah publikasi data.