WTI Stabil di Sekitar $64 Menanti Data AS dan Pembicaraan AS–Iran

trading sekarang

Minyak WTI diperdagangkan mendekati $64 per barel dan terlihat berkonsolidasi sepanjang sesi Asia. Para pedagang cenderung berhati-hati menjelang pertemuan antara AS dan Iran, memperkecil likuiditas pasar minyak. Kekhawatiran atas kelebihan pasokan global dan pemulihan dolar AS dari level terendah empat tahun turut membatasi rentang pergerakan.

Pembicaraan nuklir yang direncanakan di Oman pada hari Jumat menjadi fokus utama. Pelaku pasar menilai hasil dialog bisa menambah atau mengurangi risiko geopolitik yang telah menopang harga minyak belakangan ini. Sinyal dari kedua pihak mengenai kesiapsian dialog menambah probabilitas volatilitas terbatas di jangka pendek.

Kenaikan ekspor minyak Venezuela, ramalan cuaca yang lebih dingin di AS, serta pemulihan USD menimbang naiknya harga. Risiko geopolitik tetap ada meskipun tanda-tanda kompromi tampak, yang menjaga premi risiko di pasar minyak. Banyak pelaku pasar menunda taruhan tajam hingga data pasar lebih jelas.

Di sisi dolar, Indeks DXY berada dekat level tertinggi dua minggu karena spekulasi bahwa kandidat Fed yang lebih hawkish akan memperpanjang tren penguatan. Hal ini berpotensi menekan harga minyak berdenominasi USD meski ada isu-isu geopolitik yang memberi dukungan sementara.

Penguatan dolar membuat minyak lebih mahal bagi pemegang mata uang lain, menekan permintaan samping. Namun, pasar tetap menganalisis data makro AS yang bisa mengubah arah jangka pendek. Kondisi ini menjaga volatilitas pasar minyak relatif rendah namun tetap waspada.

Rilis data Lowongan Kerja JOLTS dan klaim tunjangan pengangguran mingguan AS pada Kamis menjadi fokus untuk pandangan jangka pendek di sesi Amerika Utara. Hasilnya bisa memicu perubahan momentum untuk perdagangan WTI dalam beberapa sesi berikutnya.

Prospek Jangka Pendek dan Ruang Risiko

Kelebihan pasokan global dan ekspetasi permintaan yang berfluktuasi meningkatkan potensi tekanan pada harga minyak dalam waktu dekat. Para analis melihat risiko penurunan lebih lanjut jika data ekonomi tidak mendukung permintaan.

Para pelaku pasar cenderung menahan posisi arah menjelang rilis data, sehingga likuiditas bisa menipis dan pergerakan lebih terkesan datar. Strategi hati-hati disarankan bagi investor ritel yang mengikuti pergerakan WTI.

Cetro Trading Insight menilai bahwa arah minyak sangat bergantung pada hasil pembicaraan AS-Iran dan data ekonomi AS. Saran yang disampaikan adalah menjaga manajemen risiko dan menghindari over-exposure hingga arahan pasar lebih jelas.

broker terbaik indonesia