
Analisis oleh Bob Savage dari BNY Mellon menunjukkan bahwa bias Norges Bank untuk menaikkan suku bunga sebagian besar telah terharga oleh pasar. Kondisi domestik yang kuat dan dukungan dari sektor energi memberi kapasitas bagi kebijakan yang lebih tegas. Namun, sebagian besar dorongan tersebut sudah tercermin dalam harga pasar, sehingga peluang kenaikan lanjutan mungkin lebih kecil daripada yang dibayangkan.
Di sisi lain, inflasi Swedia yang relatif lemah dan prospek pertumbuhan yang lemah membuat Riksbank diperkirakan tidak menaikkan suku bunga tahun ini. Data inflasi Maret menunjukkan pelemahan momentum, sementara prospek pertumbuhan tidak meyakinkan menambah tekanan untuk menahan kebijakan. Pasar menilai jeda kebijakan bisa bertahan lebih lama di Stockholm meskipun ada sinyal tekanan inflasi yang sporadis.
Pandangan semacam itu menandai potensi perbedaan arah kebijakan antara kedua bank menjadi lebih terlihat. Norges Bank tampak mempertimbangkan dinamika tenaga kerja dan output energi, sementara Riksbank cenderung menahan diri meski ada elemen pembelajaran dari data inflasi. Kami memperkirakan pergeseran menuju netral dalam beberapa bulan ke depan, sehingga perbedaan antara NOK dan SEK bisa meningkat seiring pasar menata ulang ekspektasi akhir tahun.
Divergensi antara NOK dan SEK diperkirakan semakin nyata seiring pasar menilai ulang proyeksi suku bunga akhir tahun untuk kedua bank. Kebijakan yang lebih tegas di Oslo dan jeda di Stockholm dapat mendorong pergerakan kurs menjadi lebih divergen, meskipun harga pasar telah mencerminkan beberapa risiko tersebut. Investor tetap fokus pada bagaimana data makro akan membentuk ekspektasi sepanjang sisa tahun ini.
Data inflasi Swedia yang lemah dan prospek pertumbuhan yang tidak meyakinkan memperkuat argumen untuk menahan kebijakan. Hingga pertengahan April, prospek pengetatan sekitar 50 basis poin sempat terbentuk, namun data Maret yang mengecewakan membuat dinamika kebijakan berubah. Ketidakpastian soal gencatan senjata juga turut menambah volatilitas dan mengubah arah ekspektasi pasar.
Langkah operasional Norges Bank untuk bulan Mei juga relevan: mereka akan terus menjual FX untuk membeli NOK, sekitar 100 juta NOK per hari. Intervensi ini menempatkan laju pembelian NOK pada ujung bawah catatan historis dan menambah contoh konkret bagaimana kebijakan pasar valuta asing membentuk likuiditas di jalur NOKSEK. Divergensi kebijakan antara Oslo dan Stockholm kemungkinan akan menjadi tema utama bagi trader di sekitar perilisan data berikutnya.
Di masa depan, pergerakan netral untuk pasangan NOKSEK tampak lebih masuk akal dalam beberapa bulan mendatang, tergantung pada seberapa kuat data inflasi dan pertumbuhan di kedua negara. Kondisi ini menekankan pentingnya manajemen risiko dan kesabaran bagi pelaku pasar, karena volatilitas bisa meningkat saat data rilis memancing reaksi pasar yang cepat.
Karena konten ini bersifat makro dan tidak memberikan sinyal instrumen secara eksplisit, rekomendasi trading saat ini adalah menunda posisi baru hingga ada konfirmasi yang jelas. Jika trader tetap ingin terpapar volatilitas, pendekatan manajemen risiko yang ketat seperti ukuran posisi yang moderat dan stop-loss dapat dipertimbangkan. Sinyal dalam skema ini adalah "no" dan levelnya.null
Faktor yang perlu dipantau meliputi harga energi, data inflasi berikutnya di Norwegia dan Swedia, serta perkembangan geopolitik yang dapat mempengaruhi likuiditas pasar FX. Ketidakpastian seputar arah kebijakan akhir tahun membuat investor tetap di posisi hati-hati sambil memanfaatkan peluang paparan terukur pada NOKSEK jika volatilitas meningkat tanpa perubahan arah kebijakan yang mendasar.