
KRAS mengubah arah strategi dengan memutuskan tidak membagikan dividen pada 2025, sebuah langkah yang menegaskan fokus perusahaan pada pemulihan neraca. Keputusan ini diambil meskipun perusahaan mencatat laba bersih dan memori restrukturisasi utang. Langkah ini dianggap sebagai upaya memastikan kesinambungan operasional dan menutup kerugian akumulatif yang membebani.
Laba bersih tahun buku 2025 tercatat USD325,4 juta, sebagian besar berasal dari restrukturisasi utang yang meningkatkan pendapatan keuangan hingga USD519,9 juta. Transformasi utang telah merubah profil keuangan dan menjaga arus kas relatif lebih kuat. RUPST pada 29 April 2026 menyetujui penggunaan laba tersebut untuk menutup kerugian.
Hingga akhir 2025, Krakatau Steel mencatat defisit USD2,16 miliar. Nilai aset mencapai USD2,76 miliar, sementara ekuitas berada di USD725,5 juta. Perbaikan neraca juga didorong oleh dukungan penuh Danantara lewat shareholder loan.
Kinerja 2025 memperlihatkan fondasi baru yang disebut KRAS Reborn, sebuah fase restrukturisasi yang dinilai memperkuat daya saing dan ketahanan usaha. Transformasi ini didorong oleh upaya efisiensi operasional dan manajemen utang yang lebih terstruktur. Manajemen menegaskan bahwa langkah ini menyeimbangkan antara lapangan kerja, produksi, dan likuiditas.
Pendapatan usaha sebesar USD959,8 juta dan volume baja mencapai 940 ribu ton mencerminkan kapasitas produksi dan permintaan yang stabil meskipun lingkungan pasar menantang. Peningkatan pendapatan keuangan juga menjadi faktor pendorong kinerja, dengan fokus pada harga jual yang kompetitif dan skema kontrak jangka panjang. Secara keseluruhan, pola kinerja memberi sinyal perbaikan neraca.
Dukungan penuh pemegang saham pengendali, Danantara, melalui shareholder loan turut memperbaiki neraca dan menambah likuiditas untuk investasi masa depan. Instrumen pembiayaan ini menambah fleksibilitas keuangan untuk program restrukturisasi dan ekspansi kapasitas. Dengan adanya dukungan strategis, KRAS menargetkan stabilitas keuangan dalam beberapa kuartal mendatang.
Melihat ke depan, Krakatau Steel optimistis menjaga momentum positif hingga 2026. Pihak manajemen menegaskan transformasi yang solid, berkelanjutan, dan adaptif sebagai fondasi untuk meningkatkan nilai tambah bagi para pemangku kepentingan. Upaya ini diharapkan memperkuat posisi perseroan di pasar baja regional maupun internasional.
Perusahaan berfokus pada peningkatan efisiensi, nilai tambah produk, dan peningkatan posisi Indonesia di pasar baja internasional. Strategi ini mencakup inovasi produk, peningkatan rantai pasokan, serta kemitraan yang memperluas jangkauan pasar. Manajemen menegaskan bahwa pertumbuhan berkelanjutan menjadi tujuan utama tahun 2026.
Ke depan, fokus utama adalah memperkokoh posisi industri baja Indonesia melalui inovasi dan kapasitas produksi yang lebih kompetitif, sambil menjaga kesehatan neraca. Rencana investasi jangka menengah juga diarahkan pada peningkatan kapasitas produksi dan penggunaan teknologi ramah lingkungan. Dengan demikian, KRAS berharap dapat memenuhi permintaan global tanpa mengorbankan kestabilan finansial.