Nomura: ECB Diperkirakan Pertahankan Depo Rate 2.00% hingga 2027 dengan Risiko Hawkish terkait Brent dan Inflasi

Nomura: ECB Diperkirakan Pertahankan Depo Rate 2.00% hingga 2027 dengan Risiko Hawkish terkait Brent dan Inflasi

trading sekarang

Nomura mengungkapkan bahwa ECB diperkirakan mempertahankan depo rate di 2.00% pada pertemuan 30 April dan menyiratkan komitmen untuk mempertahankan level tersebut hingga Q4 2027. Analisis ini menegaskan bahwa kebijakan tetap data-dependent, dengan fokus utama pada pergerakan Brent Oil, ekspektasi inflasi, dan dinamika upah pasca guncangan perang Iran. Tim riset menekankan pentingnya menilai evolusi data ekonomi secara berkala sebelum mengambil langkah baru.

Meski proyeksi dasar adalah mempertahankan suku bunga, Nomura memperingatkan adanya risiko hawkish. Mereka menekankan keinginan ECB untuk menghindari respons berlebih terhadap konflik Timur Tengah dan sebaliknya menilai dampak perang terhadap data inflasi dan ekspektasi upah dalam jangka menengah. Keputusan berjalan untuk menahan hari ini didorong oleh asumsi bahwa data akan tetap sejalan dengan jalur yang diperkirakan jika tekanan energi tidak memperburuk inflasi secara substansial.

Menurut skenario dasar, ECB bisa menahan sampai Q4 2027, asalkan gangguan minyak tidak mengurangi prospek ekonomi secara berarti. Mereka menambahkan bahwa kenaikan suku bunga akan terjadi jika kejutan harga minyak membuat inflasi naik secara persisten atau menaikkan ekspektasi inflasi. Dalam skenario terpantau, jika Brent diperdagangkan di atas $95 per barel menjelang pertemuan Juni, Komite Kebijakan bisa mempertimbangkan kenaikan 25bp, meskipun hal ini tergantung pada data yang masuk.

Nomura menekankan bahwa jalur kebijakan sangat bergantung pada bagaimana harga energi membentuk inflasi dan ekspektasi konsumen serta dinamika upah. Mereka menilai bahwa kejutan harga minyak di Timur Tengah bisa mengubah persepsi pasar terhadap kecepatan pengetatan kebijakan. Data ekonomi yang berkembang akan menjadi penentu utama dalam menjaga kebijakan tetap akomodatif atau lebih hawkish.

Jika Brent tetap berada di atas $95 per barel menjelang pertemuan Juni, peluang kenaikan suku bunga sebesar 25 basis poin dua kali berturut-turut bisa muncul, menurut skenario mereka. Namun baseline tetap menganggap penundaan kebijakan hingga Rencana Q4 2027, selama dinamika harga energi tidak memaksa ECB mengubah jalurnya. Dalam kerangka ini, sinyal kebijakan sangat tergantung pada evolusi harga energi dan inflasi.

Sebaliknya, jika dampak energi mereda atau data ekonomi melunak, ECB kemungkinan menjaga kebijakan yang ada. Asumsi utama adalah konflik regional tidak mengubah data secara material dalam periode menengah. Oleh karena itu, analisis Nomura tetap menempatkan fokus utama pada data yang masuk sebelum pengambilan keputusan berikutnya.

Bagi pasar, sikap ECB yang cenderung data-driven menambah kepastian tetapi juga ketidakpastian jika data berubah cepat. Pergerakan suku bunga dapat mempengaruhi nilai tukar euro serta dinamika pasar obligasi dan derivatif. Investor perlu memperhatikan konsistensi antara pergerakan harga minyak, inflasi, dan ekspektasi upah dalam konteks kebijakan moneter.

Hubungan antara harga minyak dan inflasi menciptakan dinamika trading yang kompleks bagi para investor. Instrumen berisiko seperti pasangan mata uang dan ekuitas di wilayah euro bisa merespons perubahan ekspektasi kebijakan secara cepat. Risiko konflik Timur Tengah dan tekanan energi menambah variabilitas yang perlu dipertimbangkan dalam pengelolaan portofolio.

Artikel ini disusun dengan bantuan alat AI dan direview oleh editor kami. Media kita, Cetro Trading Insight, berkomitmen untuk terus menyajikan analisis terkini tentang kebijakan moneter dan dampaknya bagi pasar global. Cetro akan mengikuti perkembangan kebijakan ECB secara seksama dan menyediakan pembaruan berkala kepada pembaca.

broker terbaik indonesia