Nomura mencatat bahwa GDP UK untuk 2025 berakhir lemah dengan pertumbuhan kuartalan sekitar 0,1%. Konsumsi rumah tangga dan produksi industri tertinggal dibandingkan mitra sejawat, sehingga proyeksi pertumbuhan jangka pendek terlihat menantang. Laporan ini disusun oleh Cetro Trading Insight.
BoE dan konsensus memandang adanya perbaikan pada 2026 dan seterusnya meskipun dinamika permintaan tetap bias turun. Proyeksi ini banyak bergantung pada perubahan perilaku tabungan agar konsumsi dapat mendukung pertumbuhan. PMI dan faktor siklus lainnya dipantau karena hubungannya dengan pertumbuhan ekonomi tidak selalu linear.
Bank juga menilai hubungan antara PMI dan pertumbuhan PDB tidak sempurna, meskipun pola menunjukkan arah pemulihan jika PMI berlanjut. Output gap negatif diperkirakan melebar pada tahun ini dan tetap negatif sepanjang horizon forecast, mendukung prospek inflasi yang berada di atau di bawah target dari paruh kedua tahun ini. Secara umum, analisis ini menekankan pentingnya faktor tabungan dalam jalur kebijakan.
Proyeksi BoE secara tegas mengandalkan penurunan rasio tabungan menjadi sekitar 8% pada 2028 dari sekitar 10% pada 2025, sehingga konsumsi dapat menyokong pertumbuhan. Dalam skema ini, rumah tangga perlu melihat peningkatan pendapatan nyata setelah pajak untuk menjaga daya beli sambil menahan inflasi. Analisis ini menekankan bahwa perubahan perilaku tabungan adalah sinyal utama bagi arah kebijakan.
Rencana pertumbuhan Bank adalah rata-rata 0,28% q-o-q pada 2026, naik menjadi 0,44% pada 2027, lalu 0,47% pada 2028. Laju ini mengasumsikan perbaikan berkelanjutan pada unsur kejutan eksternal dan permintaan domestik. Namun transisi ini menuntut kestabilan kredit, kepercayaan konsumen yang pulih, dan dukungan fiskal yang terukur agar target inflasi tetap terjaga.
Risiko utama bagi skenario ini adalah rasio tabungan yang tetap tinggi karena aversi rumah tangga terhadap risiko, yang bisa membatasi belanja rumah tangga dan membatasi efek konsumsi terhadap pertumbuhan. Jika tabungan tidak turun sesuai ekspektasi, laju pemulihan bisa melambat dan tekanan inflasi bisa lebih rendah dari target. Hal ini menjadi fokus pengawasan kebijakan karena perubahan perilaku konsumen akan menentukan kelayakan proyeksi BoE.
PMI terakhir menjadi bagian penting referensi, karena pergerakannya cenderung mendukung pemulihan jika tetap kuat. Namun hubungan antara PMI dan PDB tidak selalu sejalan, sehingga investor perlu menyaring sinyal dari data kualitas produksi dan permintaan. Informasi ini relevan bagi pembaca yang mengikuti dinamika ekonomi Inggris dan kebijakan moneter.
Batasan pada skenario BoE menekankan bahwa meskipun tilt menuju inflasi di bawah target terlihat, jarak output gap negatif dapat mempengaruhi daya tahan kebijakan moneter. Nilai inflasi bisa berada lebih rendah dari target jika konsumsi tidak meningkat. Investor disarankan memantau rilis PMI berikutnya untuk melihat konsistensi ekspansi dalam momentum ekonomi.
Secara keseluruhan, analisis Nomura menegaskan bahwa pemulihan ekonomi UK 2026-2028 sangat bergantung pada penurunan rasio tabungan dan stabilitas pendapatan nyata. Kunci kebijakan BoE adalah menjaga keseimbangan antara dukungan permintaan dan pengetatan jika inflasi membaik. Bagi pembaca, fokus utamanya adalah bagaimana sentiment konsumen berubah terhadap risiko dan bagaimana data sektoral menambah kepercayaan terhadap skenario dasar.