AUD/USD Tertekan Pasca Keputusan RBA Tahan OCR 4.35%; Data China Lemah Mengaburkan Prospek Forex

AUD/USD Tertekan Pasca Keputusan RBA Tahan OCR 4.35%; Data China Lemah Mengaburkan Prospek Forex

trading sekarang

AUD/USD tetap tertekan setelah Reserve Bank of Australia memutuskan mempertahankan Official Cash Rate pada 4.35%, sesuai ekspektasi pasar. Keputusan tersebut tidak menghadirkan kejutan hawkish dan menjaga AUD dalam tekanan eksternal yang berlanjut. Pergerakan harga berada di sekitar level 0.7050, mencerminkan minimnya dorongan untuk menguat dalam sesi Asia.

Di sisi negara mitra dagang utama, China, data Mei menunjukkan kemunduran permintaan domestik. Retail Sales turun 0.6% secara year-on-year, meleset dari prediksi yang mengharapkan stabil. Fixed Asset Investment turun sekitar 4.1%, sementara Industrial Production naik 4.5%, menunjukkan pemulihan yang tidak merata.

Kondisi ini memperkuat sentimen defensif di pasar mata uang dan menambah tekanan pada AUD. Dolar AS tetap relatif kuat di tengah kecemasan geopolitik dan aliran modal beralih ke aset aman. Pasar menantikan arahan kebijakan Fed yang bakal mempengaruhi arah berikutnya untuk pasangan AUDUSD.

Data ekonomi China Mei memberikan gambaran pertumbuhan yang tertekan meski beberapa indikator menunjukkan stabilitas. Retail Sales turun 0.6% year-on-year, meleset dari konsensus yang memperkirakan datar. Fixed Asset Investment turun 4.1%, sementara Industrial Production naik 4.5%, menandakan pemulihan yang tidak seragam.

Untuk AUD, penurunan permintaan China menambah beban pada ekspor Australia yang sensitif terhadap permintaan komoditas Beijing. Pasokan komoditas global tetap menjadi kunci, karena Australia berada dalam posisi rentan terhadap fluktuasi permintaan di negara mitra dagang utama. Hal ini menjaga AUD tetap di zona lemah terhadap USD dalam jangka pendek.

Para pelaku pasar menilai bagaimana dinamika China akan berinteraksi dengan kebijakan moneter AS dalam beberapa sesi ke depan. Pergerakan AUDUSD akan sangat dipengaruhi oleh perubahan sentimen risiko dan ketersediaan likuiditas global. Laporan ini disusun oleh Cetro Trading Insight.

Pasar mengantisipasi penahan suku bunga Fed pada kisaran 3.50%–3.75% saat rapat pekan ini. Kebijakan tersebut didorong oleh inflasi yang tetap membandel dan ketegangan energi di wilayah Timur Tengah, yang memberi ruang bagi kestabilan kebijakan jangka pendek. Investor juga memperhatikan komentar pejabat Federal Reserve untuk petunjuk arah kebijakan ke depan.

Geopolitik yang tidak menentu terkait program nuklir Iran dan jalur Hormuz menciptakan aliran modal defensif ke dolar AS dan menjaga volatilitas pasangan mata uang utama. Meskipun ada klaim memorandum untuk mengakhiri konflik, teks perjanjian belum dirilis sehingga pasar tetap berhati-hati. Pasar juga memantau pernyataan dari Fed Chair baru untuk interpretasi kebijakan moneter yang lebih lengkap.

Dari sisi teknikal, AUDUSD cenderung berada dalam kisaran yang sempit dengan peluang breakout mengikuti konfirmasi data ekonomi berikutnya. Trader disarankan menunggu sinyal dari konferensi pers Fed serta reaksi pasar terhadap data ekonomi utama. Laporan ini disusun oleh Cetro Trading Insight.

banner footer