Menurut Cetro Trading Insight, analisa Nomura oleh Andrzej Szczepaniak menyatakan bahwa inflasi Maret di zona euro tidak akan mengubah jalur kebijakan ECB dalam jangka pendek secara signifikan. Proyeksi tersebut menempatkan suku bunga utama tetap tidak berubah hingga kuartal keempat 2027. Dalam skenario dasar, faktor utama yang memandu keputusan ECB adalah dinamika harga energi yang dipicu oleh lonjakan Brent setelah perang di Iran.
Para ahli menekankan bahwa lonjakan inflasi HICP pada Maret diperkirakan terjadi, tetapi angka tunggal bukan sinyal kuat untuk perubahan kebijakan. Namun, nada kebijakan ECB tetap hawkish karena para anggota bank sentral terus menjaga opsi kebijakan tetap terbuka. Pergerakan harga energi, terutama Brent, menjadi variabel kunci yang dapat menggoyangkan keputusan di masa mendatang.
Dalam baseline, ECB diperkirakan tidak menaikkan suku bunga hingga 2027. Namun, pandangan ini bergantung pada bagaimana konflik di Timur Tengah berkembang dan bagaimana dampaknya terhadap harga minyak dan gas alam. Ketika Brent menyentuh level tertentu, bank sentral bisa menilai kebutuhan untuk langkah kenaikan bertahap pada Juni dan September.
Para pihak menyoroti bahwa risiko utama tetap terkait jalur perang di Iran serta bagaimana pelemahan/kenaikan harga energi mempengaruhi sektor riil zona euro. Meskipun pandangan baseline menahan perubahan kebijakan, dinamika harga energi memberi optionalitas bagi ECB. Kebijakan ini tetap memperhitungkan skenario di mana respons daring bisa muncul jika tekanan pasokan energi meningkat.
Beberapa anggota ECB menyinggung kemungkinan langkah pada bulan April, tetapi intensitas konflik dan dampaknya pada harga energi menjadi penentu utama. Analisa Bloomberg mengindikasikan bahwa kenaikan suku bunga April baru menjadi risiko nyata jika tekanan minyak membara lebih lama. Oleh karena itu, pasar tetap menunggu konfirmasi dari pernyataan resmi ECB sebelum menyebut sinyal yang jelas.
Di sisi lain, ketidakpastian geopolitik menambah kompleksitas penilaian prospek euro. Investor menimbang bahwa perubahan kebijakan dapat bersifat bertahap dan fleksibel untuk menjaga opsi terbuka. Hasil akhirnya adalah jalur kebijakan yang bergantung pada bagaimana energi berperan sebagai mekanisme penyaring risiko bagi ekonomi zona euro.
Sejumlah pembuat kebijakan cenderung menampilkan bahasa yang hawkish secara umum, meski jalur kebijakan masih bergantung pada dinamika perang dan harga energi. Bank sentral menekankan perlunya menjaga semua opsi kebijakan agar tetap terbuka. Saat ini, proyeksi baseline mengasumsikan kebijakan tidak berubah hingga 2027, sambil memantau risiko eksternal.
Analisa juga menyoroti risiko bahwa eskalasi di Iran dapat mendorong lonjakan Brent di atas level tertentu, yang pada gilirannya menambah tekanan pada inflasi dan proyeksi suku bunga. Dalam skenario seperti itu, langkah-langkah penyesuaian dapat dipertimbangkan lebih awal untuk menjaga stabilitas harga. Kondisi ini menegaskan bahwa pasar tetap berada dalam mode toleransi risiko tinggi sambil mempertahankan opsi kebijakan.
Untuk para trader, volatilitas harga energi dapat berfungsi sebagai katalis untuk pergerakan pasangan mata uang utama, terutama EURUSD. Namun, sinyal konkret bergantung pada bagaimana data energi dan geopolitik berkembang. Karena itu, rekomendasi trader tetap menunggu konfirmasi dari pernyataan ECB dan tekanan pasar yang nyata.