
Menurut analisis utama dari sektor perbankan, NZD telah berkinerja buruk terhadap mata uang utama G10 sejak konflik meningkat. Perbandingan kebijakan antara RBNZ dan RBA menyoroti pendekatan yang lebih hati-hati dari bank sentral Selandia Baru. Hal ini membuat kiwi rentan terhadap momentum risiko global yang sedang berubah.
Data tenaga kerja NZ menunjukkan tekanan rendah pada upah dan pertumbuhan ekonomi yang relatif datar. Real wages gains terbatas, yang memberi ruang bagi kebijakan suku bunga yang sangat bertahap. Para investor menilai bahwa tekanan inflasi domestik masih terpendam meski volatilitas eksternal meningkat.
Kenaikan harga energi di kuartal kedua diwarnai risiko kenaikan inflasi, meskipun dampaknya diperkirakan tidak besar. Bank sentral kemungkinan menaikkan suku bunga secara sangat terbatas jika diperlukan, agar menjaga stabilitas pertumbuhan. Karena konflik Iran berlanjut, kiwi cenderung tetap rapuh terhadap sentimen risiko global.
Di sisi kebijakan, pasar mencatat bahwa Reserve Bank of Australia telah menaikkan suku bunga untuk ketiga kalinya tahun ini, sedangkan pasar tidak melihat RBNZ menaikkan lebih awal hingga Juli minimal. Perbedaan sikap ini menambah tekanan terhadap NZD terhadap pair utama seperti NZDUSD.
Rincian inflasi lokal menunjukkan dinamika yang tidak terlalu kuat. Laju upah per jam secara YoY tumbuh 3,2%, tertinggi sejak 2020, tetapi masih rendah untuk menimbulkan tekanan inflasi materi. Sementara itu inflasi tahunan di Q1 mencapai 3,1%, menunjukkan bahwa peningkatan harga tidak sepenuhnya tertahan.
Dengan real wages masih relatif datar, tekanan inflasi inti tetap rendah. RBNZ kemungkinan mengambil langkah menaikkan suku bunga secara bertahap dan berhati-hati untuk menjaga keseimbangan antara pertumbuhan dan stabilitas harga. Ketika konflik Iran berlangsung, kiwi kemungkinan tetap menghadapi tekanan penurunan nilai terhadap mitra dagang utama.
Faktor kenaikan harga energi diperkirakan memberikan dorongan inflasi pada kuartal kedua, meskipun efek jangka panjangnya dibatasi oleh dinamika pasar tenaga kerja. Pendorong ini bisa menjadi katalis bagi volatilitas jangka pendek pada NZD.
Konflik Iran menambah ketidakpastian pasar, mempengaruhi aliran modal dan permintaan akan aset berisiko. Dalam skenario saat ini, kiwi cenderung berada di bawah tekanan sepanjang ketegangan geopolitik berlangsung.
Tanpa adanya angka harga rinci, rekomendasi trading tidak dapat disarankan; pendekatan analitis lebih menekankan faktor fundamental. Cetro Trading Insight menyarankan investor untuk mengikuti perkembangan kebijakan dan data ekonomi secara berkala.