NZD/USD Melemah Seiring Dolar AS Menguat: Fokus Kebijakan Fed dan RBNZ

NZD/USD Melemah Seiring Dolar AS Menguat: Fokus Kebijakan Fed dan RBNZ

Signal NZD/USDSELL
Open0.589
TP0.583
SL0.593
trading sekarang

Dolar AS menguat karena meningkatnya permintaan safe-haven akibat negosiasi damai AS–Iran yang tertunda. Pasar menimbang risiko geopolitik dan fluktuasi di pasar energi, terutama terkait kemungkinan pembukaan kembali Selat Hormuz. Ketidakpastian ini menggiring investor ke posisi defensif dan mendorong pergerakan mata uang utama. Laporan ini disusun oleh Cetro Trading Insight.

Rincian negosiasi menunjukkan bahwa penawaran Iran untuk membuka Hormuz kembali tidak sejalan dengan langkah AS yang diinginkan, kata pejabat terkait. Sinyal politik yang saling bertentangan meningkatkan volatilitas di pasar valuta asing dan mempertegas risiko bagi aset berisiko. Dalam konteks ini, dolar cenderung mendapat dukungan sebagai mata uang safe-haven utama.

Dalam konteks kebijakan, pasar menunggu langkah Federal Reserve yang diperkirakan akan mempertahankan kisaran suku bunga 3.50%-3.75% pada pertemuan mendatang. Narasi mengenai independensi kebijakan juga dibahas, meskipun pasar masih mengintip jalur pemangkasan yang lebih agresif di masa depan. Di sisi lain, RBNZ cenderung menjaga kehati-hatian atau menaikkan kebijakan untuk mengembalikan inflasi ke target 2% sejalan dengan tekanan harga.

NZD/USD melemah setelah dua hari reli, beringsut di sekitar 0.5890 saat pelaku pasar memasuki sesi perdagangan Eropa pada Selasa. Penurunan datang sejalan dengan penguatan dolar AS yang didorong permintaan safe-haven. Faktor ini membuat pasangan tersebut berisiko turun lebih lanjut jika greenback tetap kuat.

Indikator pasar juga menunjukkan respons terhadap ekspektasi tingkat suku bunga yang lebih tinggi dari The Fed, membuat dolar tetap menguat. Dampak tersebut mendorong penurunan NZD terhadap USD meski data inflasi Q1 menunjukkan tekanan harga yang bertahan. Sementara itu, pasar memperkirakan RBNZ akan menjaga sikap hati-hati atau mempertimbangkan pengetatan kebijakan untuk mengembalikan inflasi ke titik tengah 2%.

Pasar menilai RBNZ akan menaikkan suku bunga pada Mei, setelah laporan inflasi Q1 yang kuat. Tekanan harga diperkirakan meningkat di kuartal kedua karena dampak lebih lanjut biaya energi. Narasi ini menambah peluang NZD melemah lebih lanjut terhadap USD jika dinamika inflasi memicu pengetatan lebih hawkish.

banner footer