Disampaikan oleh Cetro Trading Insight, analisis ini membahas pergerakan NZD/USD dalam konteks risiko global yang meningkat akibat konflik di Timur Tengah. Sentimen pasar kebanyakan cenderung negatif terhadap mata uang berisiko karena kekhawatiran soal pertumbuhan global. Lonjakan harga minyak turut menambah kekhawatiran inflasi di banyak negara, termasuk Selandia Baru. Akibatnya, pasangan ini cenderung bergerak terbatas di area rendah.
Di sisi lain, beberapa faktor domestik di Selandia Baru mulai memberikan dorongan bagi mata uang kiwi melalui ekspektasi kenaikan suku bunga RBNZ pada 2026. Pasar menimbang kemungkinan pengetatan kebijakan moneter lebih lanjut karena tekanan inflasi yang didorong oleh harga minyak yang lebih tinggi. Meskipun prospek kebijakan belum berubah secara tegas, perubahan ekspektasi ini membuat posisi NZD lebih kuat secara bergulir.
Faktor global juga turut memengaruhi pergerakan. Ketidakpastian geopolitik meningkatkan permintaan terhadap aset yang lebih aman di beberapa skenario, meski beberapa investor tetap mencari peluang pada mata uang berisiko bila data ekonomi membaik. Laporan media menunjukkan IEA sedang mengevaluasi rencana rilis cadangan minyak terbesar dalam sejarahnya untuk menstabilkan pasar, meskipun gangguan pengiriman melalui Selat Hormuz tetap berlangsung.
Secara fundamental, dinamika inflasi di Selandia Baru tetap menjadi fokus utama. Analisis menunjukkan bahwa inflasi mungkin bertahan lebih lama dari perkiraan bank sentral, sehingga menambah tekanan untuk kebijakan yang lebih ketat di 2026. RBNZ sebelumnya menyatakan kisaran suku bunga sekitar 2.25% sepanjang tahun, tetapi kondisi harga domestik yang lebih tinggi memicu ekspektasi pasar akan pengetatan lebih lanjut.
Pergerakan harga minyak dan ketidakpastian geopolitik menambah tekanan pada NZD. Ketegangan di wilayah tersebut menaikkan permintaan terhadap aset aman dan bisa mengubah arus modal, sementara volatilitas pasokan energi mendorong pergeseran biaya bagi perekonomian kiwi. Risiko terkait jalur pasokan melalui Hormuz memperkuat volatilitas pasar energi dan memicu respons volatil pada NZD/USD.
Di sisi dolar AS, dinamika pasar menampilkan campuran risiko dan peluang. Perkembangan geopolitik yang bisa mereda berpotensi menurunkan permintaan terhadap aset safe-haven, namun laporan bahwa operasi militer di Iran meningkat menambah ketidakpastian bagi pasar. Kondisi ini membuat respons NZD/USD sangat sensitif terhadap berita terbaru seputar gejolak regional.