GBP/JPY gagal mengunci pemulihan dua hari dan kembali tertekan setelah menyentuh level terendah mendekati dua bulan. Pergerakan di sesi Asia menunjukkan adanya tekanan jual baru mendekati mid 209. Harga spot bergerak turun ke sekitar 208.25 menjelang akhir jam perdagangan. Kondisi ini menandai berkurangnya momentum pemulihan dan meningkatnya risiko penurunan lebih lanjut.
Pelaku pasar memperhatikan dinamika teknikal di sekitar level tersebut. Reaksi awal terhadap data Q4 Jepang yang lemah sementara dianggap singkat karena optimisme bahwa kebijakan pemerintah dapat memperkuat ekonomi. Dengan demikian, jalur normalisasi BoJ diperkirakan tetap berjalan dan permintaan terhadap yen kembali meningkat.
Di sisi lain, ekspektasi pemangkasan suku bunga BoE menambah headwind bagi pound. Ketegangan kebijakan kedua bank ini menciptakan divergensi yang mendukung negosiasi harga turun. Investor menanti peluncuran data pekerjaan Inggris dan inflasi Jepang untuk mengarahkan arah jangka pendek GBP/JPY.
Ekspektasi hawkish BoJ menghidupkan permintaan terhadap yen dan menekan GBP/JPY lebih lanjut. Pasar menilai BoJ akan menjaga jalur normalisasi meski data Q4 Jepang mengecewakan. Kombinasi ini menjadi faktor utama yang membentuk arah teknikal pasangan mata uang tersebut.
Di sisi lain, pasar memotret potensi pemangkasan suku bunga BoE pada Maret. Ketidakpastian kebijakan Inggris menambah tekanan pada sterling terhadap yen. Kondisi ini memperlambat prospek rebound bagi GBP terhadap kurs berpasangan.
Para trader juga menimbang data pekerjaan dan inflasi UK serta Jepang untuk sinyal lebih lanjut. Agenda data tersebut menjadi katalis utama bagi pergerakan jangka pendek pasangan mata uang ini. Hasilnya dapat memperkuat tendensi turun jika data tidak mendukung.
Divergensi kebijakan antara BoJ dan BoE cenderung menjaga GBP/JPY berada dalam trajektori turun. Struktur pasar menunjukkan risiko downside lebih besar jika harga gagal menembus zona support utama. Dalam konteks ini pergerakan menuju 208.25 atau lebih rendah tampak masuk akal.
Sinyal teknikal menunjukkan peluang jual jika harga menembus sekitar 208.25 dengan konfirmasi tambahan dari momentum. Target pertama berada di sekitar 207.28, dan target lanjutan bisa tercapai jika tetap muncul tekanan jual. Stop loss disarankan di sekitar 208.90 untuk membatasi kerugian.
Bagi trader ritel, manajemen risiko tetap esensial. Strategi yang direkomendasikan meliputi pemantauan rilis data UK dan Jepang serta respons pasar terhadap kebijakan yang dikemukakan. Cetro Trading Insight sebagai media akan terus mengulas pola harga untuk panduan perdagangan yang lebih tepat.