NZD/USD mencatat koreksi setelah mencapai level tertinggi enam bulan. Pada perdagangan hari ini pasangan tersebut diperdagangkan sekitar 0,6035, turun sekitar 0,7 persen, dan menghentikan reli yang dimulai pertengahan Januari. Aksi profit taking berlangsung di tengah rebound dolar AS yang lebih kuat, menjadi faktor utama di balik gerak koreksi tersebut. Para pedagang juga memantau level teknikal untuk menilai arah berikutnya.
Indeks Keyakinan Konsumen ANZ-Roy Morgan naik menjadi 107,2 pada Januari, menyentuh level tertinggi sejak Agustus 2021. Lonjakan ini menambah optimisme bahwa ekonomi Selandia Baru mampu bertahan di tengah tekanan inflasi. Data ini memperkuat narasi bahwa kebijakan moneter bisa tetap lebih defensif terhadap kontraksi inflasi, meski pasar mengantisipasi beberapa pengetatan ke depan.
Di sisi kebijakan, pasar menilai RBNZ berpotensi menahan suku bunga pada pertemuan Februari, tetapi peluang kenaikan pertama sejak Juli terlihat meningkat jika momentum inflasi tetap kuat. Pasar juga memperhitungkan bahwa kenaikan suku bunga kemungkinan terjadi lebih cepat jika data inflasi tidak melunak. Perubahan ekspektasi ini menambah dinamika bagi pergerakan NZD dalam beberapa minggu ke depan.
Sementara itu, data inflasi produsen AS memperkuat posisi USD. Indeks Harga Produsen naik 0,5 persen MoM pada Desember, di atas ekspektasi, dengan inflasi tahunan sekitar 3,0 persen. Kenaikan bulanan inti sebesar 0,7 persen dan inflasi inti 3,3 persen menunjukkan tekanan harga hulu di AS tetap kuat, meski dinamika politik menambah volatilitas bagi banyak aset.
Gabungan sentimen domestik NZD yang membaik dan dinamika kebijakan kedua bank sentral menambah kompleksitas bagi NZDUSD. Pasangan ini tetap sensitif terhadap perubahan sentimen terhadap dolar AS dan pernyataan kebijakan dari Reserve Bank of New Zealand serta Federal Reserve dalam beberapa minggu ke depan. Kondisi ini menciptakan peluang maupun risiko bagi pelaku pasar yang mencoba memetakan arah jangka pendek.
Untuk trader, jalur pergerakan NZDUSD diperkirakan tetap berisiko dan volatilitasnya bisa meningkat menjelang keputusan bank sentral dan rilis data ekonomi utama. Dalam skenario tersebut, investor perlu memantau keterangan dari bank sentral serta rilis inflasi untuk menilai kepastian arah. Kombinasi faktor fundamental dan teknikal akan menentukan kapan peluang berubah menjadi tren baru.
Langkah praktis yang dianjurkan adalah menunggu konfirmasi arah yang lebih jelas sebelum mengambil posisi. Karena korelasi dengan dolar AS cukup kuat, risiko secara umum bisa lebih tinggi jika sentimen dolar memperlihatkan perbaikan berkelanjutan. Secara keseluruhan, rasio risiko terhadap imbalan memerlukan evaluasi seksama meski potensi pergerakan NZDUSD tetap relevan dalam konteks jangka menengah.