Dolar AS melemah terhadap sebagian besar mata uang utama, mendorong NZD/USD untuk mencoba menguat di sesi Eropa. Pelaku pasar tampak hati-hati menunggu konfirmasi dari data ekonomi utama yang tertunda akibat penutupan sebagian pemerintah. Ketidakpastian ini membatasi pergerakan pasangan meski sentimen risiko sedikit membaik.
Pembacaan payroll AS untuk Januari diperkirakan menunjukkan stabilnya pasar tenaga kerja dengan penambahan sekitar 70.000 pekerjaan dan tingkat pengangguran di 4,4 persen.
Sementara itu laporan Selandia Baru menunjukkan dinamika pekerjaan yang kuat meskipun pengangguran meningkat ke level tertinggi dalam satu dekade, menambah skenario kenaikan suku bunga di waktu dekat. Investor menilai bagaimana hal ini akan mempengaruhi kebijakan Bank Nasional Selandia Baru. Menurut analisis Cetro Trading Insight ini dinamika itu menjaga fokus pada arah kebijakan moneter kedua negara.
Data NZ menunjukkan tekanan terhadap inflasi dan pertumbuhan ekonomi yang mendukung pertimbangan pengetatan kebijakan meskipun terdapat berita bahwa inflasi tetap di atas target.
Menurut data AS Indeks Sentimen Michigan melonjak ke level 57,3 pada Februari melampaui ekspektasi pasar. Pasar memperkirakan The Fed akan menahan suku bunga pada Maret dengan potensi penurunan bertahap pada Juni atau September.
Rapat kebijakan pertama RBNZ di bawah Gubernur baru Anna Breman direncanakan pada 18 Februari dan diperkirakan akan mempertahankan suku bunga tidak berubah sambil merilis proyeksi ekonomi dan suku bunga yang diperbarui.
Kondisi pasar menunjukkan peluang bagi NZDUSD jika dolar melemah lebih lanjut dan data utama AS tetap membingungkan. Meski demikian volatilitas tetap tinggi karena pelaku pasar terus menyesuaikan ekspektasi terhadap kebijakan bank sentral.
Dari sisi teknikal arah pasangan akan sangat dipengaruhi oleh reaksi terhadap data pekerjaan AS dan pernyataan kebijakan bank sentral. Investor disarankan mengawasi level support dan resistance serta menerapkan manajemen risiko yang ketat.
Kesimpulan laporan ini tidak memberikan sinyal trading eksplisit. Dengan volatilitas yang tersisa dari data utama, para trader disarankan menunda posisi baru sambil terus memantau arah kebijakan Fed dan RBNZ.