
NZDUSD berada pada tren kenaikan untuk hari kedua berturut-turut, diperdagangkan sekitar 0.5650 pada sesi Eropa. Sentimen domestik di Negeri Kiwi mendapatkan dukungan kuat dari rebound tajam Indeks Outlook Bisnis ANZ yang melonjak menjadi 36.6 pada bulan Juni, tertinggi dalam beberapa bulan. Data ini menunjukkan kepercayaan bisnis yang membaik dan memberikan fondasi positif bagi pergerakan pasangan mata uang tersebut.
Para analis melihat bahwa bank-bank besar Selandia Baru memperkirakan kontraksi ekonomi pada kuartal kedua, sehingga ekspektasi terhadap agresivitas pengetatan kebijakan RBNZ berkurang. Implikasi kebijakan ini membuat pasar menilai bahwa jalur kenaikan suku bunga bisa lebih lunak daripada sebelumnya, dengan kemungkinan dua kenaikan tahun ini turun dari tiga. Kondisi tersebut menciptakan lingkungan campuran bagi NZD yang bisa berubah jika data berikutnya memperkuat tekanan inflasi atau pertumbuhan.
Selain itu, perlambatan harga minyak dunia setelah adanya perjanjian nuklir AS-Iran membantu meredakan kekhawatiran inflasi dalam jangka pendek. Namun risiko terkait dampak jangka panjang dari gangguan rantai energi dan perkembangan kebijakan energi global tetap ada. Secara teknis, prospek kenaikan lebih lanjut bergantung pada bagaimana sentimen risiko dan data ekonomi AS membentuk ekspektasi suku bunga Fed untuk beberapa bulan ke depan.
Menurut CME FedWatch, pasar saat ini memproyeksikan probabilitas lebih dari 60% bahwa Federal Reserve akan menaikkan suku bunga pada bulan September. Hal ini menambah dukungan bagi dolar AS dan memperbesar kemungkinan jalur kebijakan yang lebih tinggi untuk waktu yang lebih lama. Para pelaku pasar juga bersiap menyambut data ADP pekerjaan dan laporan Nonfarm Payrolls (NFP) dalam pekan ini sebagai petunjuk arah kebijakan berikutnya.
Risiko kebijakan moneter AS menjadi salah satu katalis kunci untuk pergerakan NZDUSD. Iklim yang hawkish pada Federal Reserve dapat menahan minat investor pada aset berisiko dan memperkuat posisi USD terhadap pasangan berisiko seperti NZDUSD. Pasar juga memperhatikan bagaimana respons ekonomi AS terhadap tekanan inflasi dan tingkat pekerjaan yang membaik, yang pada akhirnya akan mempengaruhi ekspektasi suku bunga global.
Dengan faktor-faktor tersebut, upside NZDUSD berpotensi terbatas meski sentimen domestik menunjukkan kekuatan sementara. Risiko energi yang lebih luas serta volatilitas pasar global tetap menjadi risiko utama bagi pasangan ini. Laporan ini disusun oleh Cetro Trading Insight untuk membantu pembaca memahami dinamika pasar dengan lebih jelas.