
NZD/USD melanjutkan rebound dari wilayah sekitar 0.5800-an dan berhasil mempertahankan momentum positif menuju pertengahan pekan. Pergerakan ini didorong oleh sentimen risiko yang lebih baik di pasar global meskipun data tenaga kerja Selandia Baru menunjukkan dinamika yang beragam.
Data resmi NZ menunjukkan bahwa tingkat pengangguran turun menjadi 5.3% pada kuartal pertama 2026, sementara jumlah pekerja naik 0.2% di periode tersebut, meski pertumbuhan pekerjaan sedikit meleset dari ekspektasi. Ketidaksempurnaan angka-angka ini tidak menggerus narasi perbaikan peluang kerja secara keseluruhan.
Yang lebih berpengaruh adalah suasana pasar yang didorong optimisme terhadap potensi perjanjian damai AS-Iran. Ketidakpastian di pasar minyak dan spekulasi kebijakan memicu aliran jual dolar sebagai safe-haven, memberi ruang untuk kiwi menguat. Komentar pejabat AS yang menegaskan tidak ada eskalasi baru turut memperkuat sentimen positif bagi NZD.
Katalis utama bagi pergerakan NZDUSD adalah prospek penyelesaian konflik di Timur Tengah. Harapan terhadap perdamaian AS-Iran menekan permintaan terhadap dolar sebagai aset aman dan meningkatkan daya tarik mata uang berisiko seperti NZD.
Di sisi lain, harga minyak turun ke level terendah dalam satu minggu karena optimisme stabilitas regional. Penurunan biaya energi membantu menahan tekanan inflasi dan mengurangi dorongan pasar terhadap kebijakan moneter agresif dari Federal Reserve.
Dalam konteks kebijakan, RBNZ diperkirakan tetap berhati-hati. Meski data domestik menunjukkan perbaikan, arah kebijakan akan tetap ditentukan oleh dinamika inflasi dan respons terhadap perkembangan global, sehingga peluang pengetatan lebih lanjut masih bergantung pada data mendatang.
Para pelaku pasar menantikan rilis laporan ADP AS untuk pekerjaan sektor swasta sebagai indikator awal arah tenaga kerja, diikuti dengan rilis Nonfarm Payrolls (NFP) pada hari Jumat. Data ini cenderung menjadi katalis utama pergerakan NZDUSD dalam sesi Amerika.
Pandangan analis menunjukkan bahwa pernyataan pembuat kebijakan FOMC dan data tenaga kerja AS bisa meningkatkan volatilitas. Investor akan menilai bagaimana data tersebut mempengaruhi ekspektasi suku bunga jangka pendek dan aliran modal menuju mata uang berisiko.
Sementara momentum teknikal menuntut tetap di atas level dukungan sekitar 0.5900 agar tren penguatan berlanjut, dengan resistance terdekat berada di kisaran 0.5950–0.6000. Jika data AS mendukung risiko, kiwi berpotensi menguat lebih lanjut; sebaliknya, data mengecewakan berisiko memicu retracement.